Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Danantara Siapkan IPO BUMN, Pegadaian hingga Pelindo Berpotensi Melantai

Danantara Siapkan IPO BUMN, Pegadaian hingga Pelindo Berpotensi Melantai
ilustrasi saham (pexels.com/Luca Sammarco)
Intinya Sih
  • Danantara menyiapkan IPO sejumlah BUMN sebagai bagian roadmap transformasi lima tahun, dengan aksi korporasi baru difokuskan pada tahun keempat setelah pembenahan internal.
  • Tahap transformasi mencakup konsolidasi dan restrukturisasi, pengembangan SDM serta budaya perusahaan, lalu inovasi teknologi dan AI sebelum memasuki penciptaan nilai.
  • Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo, dan Angkasa Pura Indonesia disebut berpotensi IPO, tetapi keputusan akhir mengikuti evaluasi bisnis dan kebijakan pemerintah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Danantara mulai mematangkan rencana sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Langkah ini menjadi bagian dari peta jalan transformasi BUMN dan BP BUMN untuk lima tahun ke depan.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengatakan agenda IPO baru akan menjadi fokus pada tahun keempat. Sebelumnya, perusahaan akan menjalani proses konsolidasi, restrukturisasi, dan penguatan kapasitas internal.

Transformasi BUMN bertahap, IPO masuk tahun keempat

Danantara menyusun transformasi BUMN dalam lima tahapan yang dijalankan secara bertahap. Tahun pertama difokuskan pada konsolidasi dan restrukturisasi perusahaan. Tahun kedua, perhatian beralih pada pengembangan sumber daya manusia serta pembentukan budaya perusahaan yang baru.

"Jadi setelah mereka konsolidasi tema keduanya nanti adalah berkaitan dengan people development dan corporate culture," ujar Dony di Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Jumat (7/8).

Memasuki tahun ketiga, transformasi diarahkan pada percepatan inovasi dan pemanfaatan teknologi, termasuk AI. Barulah pada tahun keempat, Danantara menjalankan strategi penciptaan nilai melalui aksi korporasi.

"Nah tahun keempatnya baru kita bicara mengenai value creation. Jadi mana yang akan kita strategic partnership, mana yang akan kita IPO, mana (BUMN) kita tetap tertutup. Nanti kita diskusikan juga dengan Kementerian Keuangan arahannya tentu sebagai milik negara," tutur Dony.

Ia juga menjelaskan tema pengelolaan BUMN berubah setiap tahun sesuai target transformasi yang telah disusun. Pendekatan itu diharapkan membuat pembenahan perusahaan secara bertahap sebelum memasuki fase ekspansi ke pasar modal.

Pegadaian hingga Pelindo berpotensi IPO

Dony mengungkapkan sejumlah perusahaan pelat merah memiliki fundamental dan kapitalisasi pasar yang memadai untuk menjadi perusahaan terbuka. Beberapa nama yang disebut antara lain PT Pegadaian, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, serta PT Angkasa Pura Indonesia.

"Banyak perusahaan-perusahaan kita yang bagus, contohnya ada Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo, Angkasa Pura dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang itu secara market cap bagus untuk kita IPO-kan nanti," ujarnya.

Menurut Dony, lebih banyak BUMN besar di pasar modal diharapkan dapat memperluas pilihan investasi dan meningkatkan kapitalisasi pasar domestik. Namun, keputusan mengenai perusahaan yang akan IPO tetap akan disesuaikan dengan arah kebijakan pemerintah sebagai pemegang saham negara.

Sebelum memasuki tahap IPO, perusahaan-perusahaan tersebut akan melalui proses evaluasi menyeluruh. Misalnya, membangun kemitraan strategis atau tetap berstatus perusahaan tertutup apabila dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis.

BEI menyambut rencana BUMN IPO

Rencana Danantara mendapat respons positif dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan pencatatan saham BUMN dengan fundamental yang kuat dapat memperkaya pilihan investasi.

Semakin banyak perusahaan besar yang melantai di bursa, semakin beragam pula pilihan saham bagi investor. Selain meningkatkan variasi emiten, langkah tersebut juga berpotensi memperbesar kapitalisasi pasar secara keseluruhan.

Data BEI menunjukkan hingga 31 Juli 2026 terdapat tujuh perusahaan yang telah melaksanakan IPO dengan total dana dihimpun mencapai Rp2,16 triliun. Sementara itu, masih ada empat perusahaan yang berada dalam antrean, terdiri atas dua perusahaan sektor kesehatan, satu perusahaan sektor konsumer nonsiklikal, dan satu perusahaan sektor industri.

Rencana IPO BUMN tersebut menjadi bagian dari agenda transformasi yang tengah dijalankan Danantara bersama BP BUMN. Tahapan pelaksanaannya akan mengikuti roadmap lima tahun.

FAQ seputar Danantara siapkan IPO BUMN

Apa tujuan Danantara menyiapkan IPO BUMN?

IPO menjadi bagian dari strategi penciptaan nilai dalam roadmap transformasi BUMN lima tahun.

BUMN apa saja yang disebut berpotensi IPO?

Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo, dan Angkasa Pura Indonesia termasuk yang disebut berpotensi.

Kapan agenda IPO mulai menjadi fokus Danantara?

IPO menjadi fokus pada tahun keempat roadmap transformasi BUMN.

Bagaimana tanggapan BEI terhadap rencana tersebut?

BEI menyatakan menyambut baik karena dapat menambah pilihan investasi dan memperdalam pasar modal.

Share Article
Editorial Team

Latest in Market

See More