Katadata Siapkan KESGI 50 Index, Gabungkan ESG dan Fundamental Emiten

- Katadata menyiapkan peluncuran Katadata ESG 50 Index (KESGI 50) di BEI, berisi 50 emiten dengan kinerja keberlanjutan dan fundamental finansial sehat.
- Indeks ini dirancang membantu investor menilai emiten melalui performa ESG, kualitas fundamental, kelayakan pasar termasuk likuiditas dan free float, serta valuasi pasar.
- KESGI 50 memanfaatkan data ESG berkonteks Indonesia sebagai pelengkap indeks ESG BEI, sekaligus mendorong emiten memperbaiki keterbukaan ESG dan fundamental bisnis.
Jakarta, FORTUNE — Katadata memperkenalkan rencana peluncuran Katadata ESG 50 Index (KESGI 50) dalam forum tahunan Sustainability Action for The Future Economy (Katadata SAFE) 2026. Indeks tersebut akan memuat 50 emiten yang dinilai memiliki kinerja keberlanjutan sekaligus fundamental finansial yang sehat.
Co-founder sekaligus CEO Katadata, Metta Dharmasaputra, mengatakan keberlanjutan perlu diwujudkan melalui aksi nyata, baik melalui kebijakan pemerintah maupun kegiatan usaha di berbagai sektor.
“Mudah-mudahan kita semua bisa membicarakan banyak hal, mungkin saya ingin titip, agar bisa membicarakan hal-hal yang konkret,” kata Metta saat pembukaan Katadata SAFE 2026 di Jakarta, Rabu (16/9).
Katadata SAFE 2026 merupakan penyelenggaraan tahun ketujuh dan mengangkat tema The Green Changer. Forum tersebut digelar pada 16–17 September 2026 di Sequis Tower, SCBD, Jakarta, yang merupakan salah satu gedung berlabel bangunan hijau di Jakarta.
Dalam forum tersebut, Metta juga mengungkapkan KESGI 50 akan diluncurkan dalam waktu dekat. Peluncuran direncanakan berlangsung di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Jadi 50 emiten ini akan menjadi acuan untuk orang bisa berinvestasi,” ujar Metta.
Sebelumnya, Katadata meluncurkan dashboard Katadata ESG Insight (KESGI) pada April 2026. Dashboard tersebut digunakan untuk membantu emiten mengetahui kinerja keberlanjutannya berdasarkan sekitar 100 indikator.
Gabungkan ESG dan fundamental
Co-founder dan Chief Content Officer Katadata, Heri Susanto, menjelaskan KESGI 50 dirancang untuk menjawab dilema investor ketika memilih emiten berdasarkan aspek keberlanjutan dan fundamental keuangan.
Menurut Heri, investor dapat menghadapi pilihan antara emiten dengan kinerja ESG yang unggul tetapi profitabilitas dan likuiditas sahamnya belum optimal, atau emiten dengan fundamental kuat tetapi kinerja ESG belum optimal.
KESGI 50 menyandingkan kualitas pengelolaan ESG dengan kualitas fundamental emiten dalam satu indeks.
“Selain informasi performa ESG, investor juga butuh informasi emiten ESG mana yang juga memiliki fundamental sehat dan bankable. KESGI 50 hadir untuk menjembatani dua kebutuhan itu sekaligus,” kata Heri.
Metodologi KESGI 50 menggunakan tiga lensa fundamental. Pertama, performa ESG yang mengacu pada metodologi Katadata ESG Insight. Kedua, kualitas fundamental emiten. Ketiga, kelayakan pasar, termasuk likuiditas dan free float.
Indeks tersebut juga memasukkan market valuation sebagai lensa keempat untuk membedakan emiten berkualitas tinggi yang memiliki valuasi menarik dari emiten berkualitas tinggi secara umum.
Katadata memosisikan KESGI 50 sebagai pelengkap bagi indeks-indeks ESG yang telah tersedia di BEI, seperti IDX ESG Leaders dan ESG Quality 45 IDX KEHATI.
Menurut Heri, KESGI 50 menggunakan data ESG berbasis konteks lokal Indonesia dan mengaitkannya dengan kondisi pasar untuk mendukung keputusan alokasi investasi.
“Bagi investor, KESGI 50 menjadi filter yang lebih andal untuk emiten yang ESG-nya sehat sekaligus performa finansial yang andal. Bagi emiten, masuk dalam 50 konstituen ini menjadi insentif nyata untuk terus memperbaiki disclosure ESG dan fundamental bisnisnya,” pungkas Heri.











