Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

IHSG Terjepit The Fed dan Rupiah, Volatilitas FTSE Mengintai

3 min read
IHSG Terjepit The Fed dan Rupiah, Volatilitas FTSE Mengintai
Layar yang menunjukkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
  • IHSG diperkirakan terkoreksi setelah ditutup di 6.462,43; secara teknikal, indeks masih konsolidasi dengan support 6.390 dan 6.220, sementara penembusan 6.585 membuka peluang menuju 6.705.
  • Sikap hawkish The Fed, pelemahan rupiah ke Rp17.753 per dolar AS, arah kebijakan Menteri Keuangan, harga minyak, serta keputusan BoJ menjadi sentimen utama pasar.
  • Rebalancing FTSE Russell pada penutupan Jumat berpotensi meningkatkan volume dan volatilitas sebelum efektif Senin; investor juga menanti rapat kebijakan Bank Indonesia pekan depan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan terkoreksi pada Jumat (18/9), setelah ditutup naik 0,4 persen ke 6.462,43.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi setelah breakdown rising wedge dan MA20 6.551, dengan MACD bearish crossover yang menunjukkan momentum belum sepenuhnya pulih.

Selama belum mampu menyentuh kembali level 6.585, IHSG berpotensi kembali menguji 6.390 sebagai support terdekat. "Dengan 6.220 sebagai support berikutnya," kata Reza.

Sebaliknya, apabila IHSG mampu kembali menembus 6.585, peluang rebound menuju level 6.705 terbuka.

Fokus pasar selanjutnya bergeser pada dampak sikap hawkish The Fed terhadap rupiah, yield, dan foreign flow. The Fed tak hanya menaikkan suku bunga, tapi 16 dari 18 pejabat memproyeksikan setidaknya akan ada satu kenaikan lagi pada 2026. Target suku bunga akhir tahun mengarah ke kisaran 4 persen sampai 4,25 persen.

"Di sisi domestik, pasar juga akan mencermati arah kebijakan awal Menteri Keuangan Suahasil Nazara, sedangkan pergerakan harga minyak dan keputusan BoJ menjadi katalis berikutnya," kata Reza.

Saham-saham pilihannya adalah ANTM, ITMG, dan UVCR.

Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji, mengatakan, secara teknikal, pergerakan IHSG mulai membentuk fase recovery sejak pola “wave [iv]” terbentuk. Sejatinya, struktur bullish masih berlaku. Berdasarkan indikator, MA20&60 berada dalam kondisi bullish crossover, didukung kenaikan volume. Meskipun demikian, Stochastics K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif.

Nafan menyebut, sentimen IHSG pada Jumat, 18 September 2026 diperkirakan cenderung positif terutama dari sisi eksternal, apalagi pada perdagangan bursa kemarin, tercatat net foreign buy di regular market sebesar Rp152.69 miliar.

Para pelaku investor mulai dapat mencerna serta merespons kepastian arah kebijakan moneter The Fed. Setelah The Fed menaikkan Federal Funds Rate sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen–4,00 perssen, reaksi awal market sempat dipenuhi kekhawatiran akibat sinyal ketat atau hawkish dan retorika Ketua Fed Kevin Warsh yang menegaskan tingginya inflasi.

Namun, ketidakpastian tersebut memudar sebab para pelaku pasar menilai tindakan tegas The Fed justru membangun kredibilitas bank sentral dalam mengendalikan inflasi tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi secara drastis, sehingga mendorong market euphoria.

Dari sisi domestik, kinerja rupiah masih menjadi faktor pembatas. Saat ini rupiah terdepresiasi 0,32 persen ke Rp17.753 per dolar AS. Hal itu dapat membatasi ruang penguatan IHSG karena meningkatkan sensitivitas investor terhadap risiko arus modal asing dan stabilitas makroekonomi.

Selain itu, pasar domestik mulai mengantisipasi rapat kebijakan Bank Indonesia pekan depan, sehingga investor kemungkinan masih melakukan wait and see terhadap arah suku bunga domestik.

Faktor penting lain pada Jumat adalah rebalancing FTSE Russell untuk Indonesia berdasarkan harga penutupan pada Jumat, 18 September 2026. Perubahan tersebut baru efektif pada pembukaan Senin, 21 September 2026.

Hal itu memungkinkan perdagangan Jumat berpotensi mengalami peningkatan volume dan volatilitas menjelang penyesuaian portofolio indeks. "Sebelumnya, para pelaku pasar memang telah mengantisipasi dua agenda utama, yakni dinamika FOMC dan rebalancing FTSE yang telah membuat pergerakan IHSG lebih fluktuatif sepanjang pekan ini," kata Nafan.

Daftar saham pilihan Mirae Asset hari ini adalah ADMR, EMAS, dan PTRO.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More