Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

PALMEX 2026 Akan Digelar, Dorong Digitalisasi dan Daya Saing Sawit RI

PALMEX 2026 Akan Digelar, Dorong Digitalisasi dan Daya Saing Sawit RI
BCTN meluncurkan Zoomlion Tractor RN1104-1 dan BIXI AI di Palmex yang digelar di Hotel Santika Medan, Selasa (7/10/2025) (IDN Times/Doni Hermawan)

Jakarta, FORTUNE - Pameran teknologi kelapa sawit internasional PALMEX Jakarta 2026 kembali digelar pada 6–7 Mei 2026 di Jakarta International Expo, menjadi ajang konsolidasi industri di tengah tuntutan efisiensi, keberlanjutan, dan transformasi digital global.

Mengusung tema ‘Mendorong Industri Kelapa Sawit Global Melalui Inovasi dan Transformasi Digital’, pameran ini mempertemukan pelaku industri dari seluruh rantai nilai, mulai dari perkebunan hingga hilirisasi, dengan penyedia teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Industri kelapa sawit sendiri masih menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Indonesia. Selain sebagai penghasil devisa, sektor ini berperan dalam penyerapan tenaga kerja dan penggerak ekonomi daerah, serta menopang ketahanan energi melalui pengembangan biodiesel.

Arah kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian juga kini menitikberatkan tidak hanya pada peningkatan produksi di sektor hulu, tetapi juga penguatan hilirisasi. Pengembangan produk turunan seperti pangan olahan, oleokimia, hingga bioenergi dinilai menjadi kunci peningkatan nilai tambah di dalam negeri.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan sembilan provinsi sentra sawit menyumbang sekitar 86,80 persen dari total produksi nasional sepanjang 2020–2024. Sementara itu, produksi minyak sawit Indonesia pada 2024 digadang mencapai 47,47 juta ton, naik 0,83 persendibandingkan tahun sebelumnya.

CEO Fireworks Trade Media Group, Kenny Yong, menilai digitalisasi menjadi faktor kunci dalam transformasi industri. Meurutnya, PALMEX Jakarta 2026 hadir sebagai ruang yang tepat untuk mempercepat adopsi teknologi tersebut dan mendorong persaingan industri Indonesia di kancah global.

"PALMEX Jakarta menjadi platform yang terfokus bagi para pemangku kepentingan di seluruh rantai nilai kelapa sawit, mulai dari perkebunan dan pabrik hingga refinery dan pelaku hilir untuk mencari Solusi praktis yang dapat meningkatkan hasil produksi, efisiensi proses, serta mendukung produksi yang berkelanjutan," ujarnya dalam keteranga resmi, Rabu (6/5).

Tahun ini, PALMEX Jakarta diikuti lebih dari 300 merek dari Asia dan Eropa, dengan partisipasi sekitar 7.000 profesional industri. Teknologi yang dipamerkan mencakup pengolahan, milling, otomasi, digitalisasi, hingga manajemen lingkungan.

Sejumlah isu strategis juga diangkat dalam forum diskusi, mulai dari kerja sama internasional, keberlanjutan, hingga penguatan kepercayaan global melalui sertifikasi dan transparansi rantai pasok. Di tengah tekanan biaya, tuntutan keberlanjutan, dan kompetisi global, ajang ini menjadi refleksi bahwa transformasi berbasis teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi industri sawit untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Related Articles

See More

Pemerintah Kaji Penggantian Tabung LPG 3 Kilogram Ke CNG

06 Mei 2026, 17:43 WIBNews