640 Ribu Orang Berebut Jadi Manajer Kopdes, Posisi Tersedia Hanya 30 Ribu

Lebih dari setengah juta orang mendaftar kerja pada Koperasi Desa Merah Putih.
Seleksi dilakukan dengan sistem Computer Assisted Test di 72 lokasi seluruh Indonesia.
Rekrutmen ini gratis tanpa jalur khusus.
Jakarta, FORTUNE - Antusiasme masyarakat bekerja di Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) terlihat dari besarnya jumlah peminat. Hampir 640.000 orang mendaftarkan diri demi mengisi posisi manajer hingga pegawai koperasi. Padahal, lowongan yang tersedia hanya untuk 35.000 formasi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan hingga lonceng penutupan pendaftaran berbunyi pada 25 April 2026, ada 639.732 pelamar masuk dalam basis data pemerintah. Dari barisan panjang tersebut, 487.819 telah melengkapi dokumen administrasi, dan 483.648 dinyatakan lolos untuk bertarung pada tahap berikutnya.
“Animo masyarakat sangat tinggi, melampaui ekspektasi kami,” kata Zulkifli dalam acara konferensi pers di kantor Kementerian Bidang Pangan, Jakarta, Senin (4/5).
Dengan hanya 35.476 lowongan—terdiri atas 30.000 manajer Koperasi Desa/Kelurahan dan 5.476 pegawai koperasi nelayan—rasio persaingan memanas menjadi 1:18. Artinya, satu kursi di kantor koperasi desa harus diperebutkan oleh sedikitnya 18 pelamar.
Proses seleksi saat ini telah memasuki babak penting. Pada 3-12 Mei 2026, para peserta diuji ketangguhannya melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) yang tersebar di 72 titik lokasi di seantero Nusantara. Zulkifli menjamin, penggunaan sistem CAT—yang lazim digunakan dalam rekrutmen ASN—dipilih demi menjaga transparansi dan objektivitas hasil.
Pemerintah memandang rekrutmen massal ini sebagai investasi sumber daya manusia (SDM) dalam skala besar guna membangun sendi-sendi perekonomian pedesaan. Kopdes dirancang menjadi mesin pertumbuhan baru yang bertugas memotong rantai distribusi yang selama ini menjerat leher petani.
“Ini akan jadi ujung tombak ekonomi desa, termasuk memotong praktik tengkulak,” kata Zulkifli.
Menurutnya, koperasi ini bakal berperan ganda sebagai offtaker hasil produksi sekaligus penyalur bantuan pemerintah agar tepat menyasar mereka yang berhak.
Kendati visi yang diusung cukup megah, tantangan di lapangan tetap mengintai. Di tengah riuh rendah pendaftaran, praktik lancung penipuan mulai bermunculan dengan modus tautan palsu hingga iming-iming jalur khusus berbayar.
“Kalau ada yang minta uang, itu pasti penipuan. Tidak ada titipan, tidak ada yang bisa menjamin lulus,” kata Zulkifli.
Ia menekankan agar masyarakat hanya merujuk pada portal resmi guna menghindari kabar burung di media sosial.
Terkait status masa depan, mereka yang lolos seleksi akan menjalani masa "inkubasi" selama dua tahun di bawah panji entitas Agrinas Pangan dengan status karyawan BUMN.
Setelah masa dua tahun terlampaui, mereka akan beralih status menjadi petugas koperasi.
Mengenai urusan honorarium usai masa transisi tersebut, pemerintah masih menyimpan rapat skemanya.


















