Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Inflasi Indonesia April 2026 0,13 Persen, Apa Penyebabnya?

Inflasi Indonesia April 2026 0,13 Persen, Apa Penyebabnya?
ilustrasi inflasi (unsplash.com/Jp Valery)
Intinya Sih

  • Inflasi Indonesia April 2026 tercatat 0,13 persen mtm dan 2,42 persen yoy, melambat dibanding Maret seiring meredanya tekanan harga di beberapa kelompok pengeluaran.

  • Sektor transportasi menjadi penyumbang utama inflasi dengan kenaikan tarif angkutan udara dan bensin, sementara sejumlah komoditas alami deflasi.

  • BPS mencatat inflasi terjadi di 30 provinsi dengan tertinggi di Papua Barat, sedangkan BI menegaskan kebijakan moneter difokuskan menjaga stabilitas harga.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia April 2026 sebesar 0,13 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Laju inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan Maret 2026 dengan 0,41 persen mtm, seiring meredanya tekanan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran.

Secara tahunan, inflasi tercatat 2,42 persen (year-on-year/yoy). Sedangkan, inflasi sepanjang tahun kalender berada di angka 1,06 persen.

Perkembangan tersebut mencerminkan dinamika harga yang tetap bergerak, dengan sejumlah komoditas transportasi dan pangan menjadi pendorong utama kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK).

Table of Content

Inflasi Indonesia April 2026 melambat, IHK naik ke 111,09

Inflasi Indonesia April 2026 melambat, IHK naik ke 111,09

BPS mencatat inflasi Indonesia April 2026 terjadi seiring kenaikan IHK dari 110,95 pada Maret menjadi 111,09 pada April. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan kondisi tersebut dalam konferensi pers.

“Pada April 2026 terjadi inflasi bulanan sebesar 0,13 persen sebab terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 110,95 pada Maret 2026 menjadi 111,09 pada April 2026,” ujar Ateng, Senin (4/5).

Angka inflasi berada di bawah ekspektasi pasar. Sebelumnya, konsensus memperkirakan inflasi bulanan berada di kisaran 0,43 persen mtm, dengan inflasi tahunan sekitar 2,72 persen.

Transportasi jadi penyumbang terbesar inflasi April 2026

Berdasarkan kelompok pengeluaran, sektor transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan kenaikan 0,99 persen dan andil 0,12 persen. Kenaikan tarif angkutan udara menjadi faktor dominan dalam kelompok ini.

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi adalah tarif angkutan udara dengan andil inflasi 0,11 persen serta bensin dengan andil inflasi 0,02 persen,” tutur Ateng.

Komoditas lain yang turut menyumbang inflasi adalah minyak goreng dengan andil 0,05 persen, diikuti tomat sebesar 0,03 persen, serta beras dan nasi dengan lauk yang menyumbang 0,02 persen.

Kelompok penyediaan makanan-minuman dan restoran juga mencatat inflasi sebesar 0,69 persen dengan kontribusi 0,07 persen terhadap inflasi bulanan.

Sejumlah komoditas alami deflasi

Di sisi lain, tekanan harga tidak merata. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mengalami deflasi sebesar 0,2 persen dan memberikan andil 0,06 persen terhadap deflasi bulanan.

Beberapa komoditas utama yang menahan inflasi antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, cabai rawit, dan telur ayam ras.

“Komoditas yang masih memberikan andil deflasi pada April 2026 yaitu daging ayam ras dengan andil deflasi 0,11 persen, emas perhiasan dengan andil deflasi 0,09, cabai rawit sebesar 0,06 persen, dan telur ayam ras dengan andil deflasi 0,06 persen,” papar Ateng.

Dari sisi komponen, inflasi didorong oleh komponen inti yang naik 0,23 persen dengan andil 0,15 persen, serta komponen harga diatur pemerintah yang naik 0,69 persen dengan andil 0,13 persen. Sementara itu, komponen harga bergejolak mengalami deflasi 0,88 persen.

Sebaran inflasi dan tren tahunan

Secara spasial, inflasi terjadi di 30 provinsi, sementara delapan provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Papua Barat sebesar 2 persen secara bulanan, sedangkan deflasi terdalam terjadi di Maluku sebesar 0,17 persen.

Dalam skala tahunan, inflasi Indonesia April 2026 sebesar 2,42 persen. BPS mencatat inflasi tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 5 persen dan terendah di Lampung sebesar 0,53 persen.

Pada tingkat kabupaten/kota, inflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 5 persen. Sementara itu, inflasi terendah di Kota Bandar Lampung sebesar 0,33 persen.

Jika melihat tren, inflasi tahunan sempat mencapai 4,76 persen pada Februari 2026 sebelum menurun menjadi 3,48 persen pada Maret. Inflasi kembali melandai pada April di level 2,42 persen.

Kebijakan stabilitas dan prospek inflasi

Bank Indonesia menyoroti dinamika global, termasuk ketegangan geopolitik, menjadi faktor risiko terhadap stabilitas harga dan nilai tukar. Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan kebijakan moneter difokuskan untuk menjaga stabilitas tersebut.

BI memperkirakan inflasi 2026 tetap berada dalam kisaran target 2,5±1 persen. Kebijakan yang ditempuh mencakup pengelolaan suku bunga, stabilisasi nilai tukar, serta pengaturan likuiditas untuk menjaga keseimbangan ekonomi domestik.

FAQ seputar inflasi Indonesia April 2026

Berapa inflasi Indonesia April 2026?

Inflasi tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan dan 2,42 persen secara tahunan.

Apa penyebab utama inflasi April 2026?

Kenaikan tarif angkutan udara dan harga bensin menjadi pendorong utama.

Komoditas apa yang menahan inflasi?

Daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, dan emas perhiasan mengalami deflasi.

Bagaimana tren inflasi Indonesia terbaru?

Inflasi tahunan menurun dari 4,76 persen pada Februari menjadi 2,42 persen pada April 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ana Widiawati
EditorAna Widiawati
Follow Us

Related Articles

See More