Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Prabowo Ingin Bangun Industri Sawit–Jelantah untuk Produksi Avtur

Prabowo Ingin Bangun Industri Sawit–Jelantah untuk Produksi Avtur
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Berbasis Listrik, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4) (YouTube.com/Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
  • Presiden Prabowo mengumumkan rencana besar membangun industri avtur berbasis bioenergi dari kelapa sawit dan minyak jelantah untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
  • Pemerintah mulai memproduksi avtur dari minyak jelantah dan akan memperluas kapasitas melalui pembangunan refinery di berbagai wilayah Indonesia.
  • Inisiatif ini sejalan dengan transisi energi nasional, termasuk program elektrifikasi 100 gigawatt dalam dua tahun guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana besar pemerintah mengembangkan industri avtur berbasis bioenergi dari kelapa sawit hingga minyak jelantah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong transisi ke energi yang lebih ramah lingkungan.

Dalam peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial listrik di Magelang, Kamis (9/4), Prabowo menegaskan Indonesia memiliki keunggulan bahan baku yang melimpah untuk mengembangkan avtur berbasis nabati.

“Beberapa saat lagi kita akan buka pusat pengolahan, refinery-refinery untuk ini,” kata dia seperti disiarkan pada kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (9/4).

Ia menambahkan, pemerintah saat ini telah mulai memproduksi avtur dari minyak jelantah dan akan memperluas kapasitas pengolahan melalui pembangunan fasilitas refinery di berbagai wilayah.

“Kita akan investasi besar-besaran di bidang itu,” kata Prabowo.

Secara potensi, Indonesia memang memiliki modal kuat. Sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia menghasilkan lebih dari 50 juta ton crude palm oil (CPO) setiap tahun. Selain itu, potensi minyak jelantah nasional juga mencapai sekitar 3 juta kiloliter per tahun, meski pemanfaatannya masih terbatas.

Pengolahan sawit dan jelantah menjadi avtur ini sejalan dengan tren global dalam pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF), yaitu bahan bakar pesawat rendah emisi yang diharapkan mampu menekan jejak karbon sektor penerbangan.

Prabowo menegaskan, pengembangan avtur berbasis bioenergi merupakan bagian dari agenda besar transisi energi nasional. Ia menyebut Indonesia mulai bergerak meninggalkan ketergantungan pada energi fosil menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah juga tengah mendorong program elektrifikasi besar-besaran. Prabowo mengungkap rencana penambahan kapasitas listrik hingga 100 gigawatt dalam dua tahun ke depan, sekaligus menutup pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

“Kita jalankan program listrifikasi 100 gigawatt yang kita harapkan bisa dicapai dalam dua tahun,” ujarnya.

Ia menilai langkah ini dapat menghemat konsumsi bahan bakar minyak hingga 200.000 barel per hari, di tengah kebutuhan impor Indonesia yang masih mencapai sekitar 1 juta barel per hari.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More