Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Penyaluran DMO Diambil Alih Danantara Sumberdaya Indonesia

Penyaluran DMO Diambil Alih Danantara Sumberdaya Indonesia
Ilustrasi pelabuhan yang menjadi gerbang ekspor-impor baru di Cilacap (unsplash.com/Haris Illahi)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Pemerintah menunjuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) untuk mengambil alih pelaksanaan kewajiban domestic market obligation (DMO) dari eksportir dan produsen komoditas strategis.
  • DSI akan mengelola ekspor kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloy secara terpusat guna memperkuat posisi tawar Indonesia dalam penentuan harga di pasar global.
  • Kementerian Perdagangan tengah menyiapkan Permendag baru sebagai dasar hukum skema ekspor ini, sementara DSI tetap memperoleh margin perdagangan layaknya eksportir biasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, memastikan kewajiban pemenuhan kebutuhan pasar domestik atau domestic market obligation (DMO) untuk komoditas strategis nantinya akan dijalankan oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Skema baru ini akan mengubah mekanisme lama, dengan kewajiban DMO sebelumnya dijalankan langsung oleh eksportir maupun produsen sebelum melakukan ekspor.

Budi mengatakan perubahan tersebut akan berlaku setelah Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) beroperasi penuh sebagai badan khusus pengelola ekspor komoditas strategis Indonesia.

“Kalau DSI sudah berjalan penuh, DMO otomatis akan beralih ke mereka. Selama ini sesuai aturan eksportir yang menjalankan DMO,” kata Budi saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (21/5).

DSI dibentuk pemerintah demi mengatur ekspor tiga komoditas utama secara terpusat, yakni kelapa sawit, batu bara, serta paduan besi atau ferro alloy. Pemerintah berharap model baru ini mampu memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar global, terutama dalam menentukan harga komoditas.

Menurut Budi, Indonesia merupakan eksportir terbesar dunia untuk crude palm oil (CPO), namun belum memiliki pengaruh dominan terhadap pembentukan harga internasional.

“CPO saja kita eksportir nomor satu dunia, seharusnya harga juga dari kita yang paling menentukan,” ujarnya.

Ia menilai pengalihan peran eksportir swasta kepada BUMN ekspor akan membuat kontrol pemerintah terhadap perdagangan komoditas strategis menjadi lebih kuat. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan baku terbesar, tetapi juga memiliki leverage lebih besar dalam rantai perdagangan global.

“Sebenarnya maksudnya ketika BUMN ekspor, komoditasnya itu punya kita, jadi kita yang ekspor,” katanya.

Budi menyatakan pemerintah kini tengah menuntaskan aturan teknis terkait pembentukan skema baru tersebut. Kementerian Perdagangan juga tengah menyusun peraturan menteri perdagangan (Permendag) baru yang akan menjadi dasar pelaksanaan ekspor tiga komoditas strategis itu.

“Otomatis akan ada Permendag baru. Hari ini harus selesai, paling lambat besok,” ujarnya.

Meski skema ekspor berubah, Budi memastikan DSI tetap akan beroleh margin perdagangan sebagaimana eksportir pada umumnya. Bedanya, peran eksportir nantinya dijalankan oleh BUMN yang ditunjuk pemerintah.

“Seperti biasa juga, cuma diganti saja eksportirnya ke BUMN ekspor. Harapannya harga akan lebih bagus,” kata dia.

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia resmi membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Pembentukan entitas baru itu tertuang dalam SK pengesahan AHU-0039765.AH.01.01.Tahun 2026 tertanggal 19 Mei 2026.

Dalam dokumen tersebut, DSI didaftarkan dengan kegiatan usaha sesuai KBLI 64200 atau aktivitas perusahaan holding. Perusahaan ini akan berfungsi sebagai induk yang mengelola dan menguasai aset sejumlah anak usaha, tanpa terlibat langsung dalam operasionalisasi bisnis harian perusahaan-perusahaan di bawahnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana

Related Articles

See More