- Pertumbuhan ekonomi: 5,8-6,5 persen
- Inflasi: 1,5-3,5 persen
- Nilai tukar rupiah: Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS
- Suku bunga SBN tenor 10 tahun: 6,5-7,3 persen
- Harga minyak mentah Indonesia (ICP): 70-95 dolar AS per barel
- Lifting minyak: 602-615 ribu barel per hari
- Lifting gas: 934-977 ribu barel setara minyak per hari
- Pendapatan negara: 11,82-12,40 persen PDB
- Belanja negara: 13,62-14,80 persen PDB
- Defisit APBN: 1,80-2,40 persen PDB
Prabowo Beberkan Cetak Biru APBN 2027, Ini Isi Lengkapnya

Pemerintah menetapkan defisit APBN 2027 di kisaran 1,8–2,4 persen PDB dengan belanja negara 13,62–14,8 persen dan penerimaan 11,82–12,40 persen PDB.
Asumsi makro RAPBN 2027 mencakup pertumbuhan ekonomi 5,8–6,5 persen, inflasi 1,5–3,5 persen, serta nilai tukar Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS.
Pemerintah menargetkan penurunan kemiskinan ke 6–6,5 persen dan pengangguran ke 4,3–4,87 persen pada 2027.
Jakarta, FORTUNE — Presiden Prabowo memaparkan rancangan awal Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027, akan menjadi dasar penyusunan RAPBN 2027.
Dalam pidatonya di DPR RI pada Rabu (20/5), pemerintah menargetkan defisit anggaran berada pada kisaran 1,8 hingga 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Pemerintah menyebut strategi fiskal tahun depan diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dari sisi pembiayaan, defisit kita di tahun 2027, defisit APBN akan kami jaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB. Dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini,” kata Prabowo.
Table of Content
Defisit APBN 2027 dipatok lebih rendah
Postur fiskal disiapkan lebih konservatif dibandingkan target defisit dalam APBN 2026 yang sebesar 2,68 persen dari PDB. Prabowo menegaskan APBN akan diarahkan pada belanja yang efisien namun tetap produktif.
Belanja negara pada 2027 ditetapkan di kisaran 13,62 hingga 14,8 persen dari PDB. Sementara itu, penerimaan negara dioptimalkan pada rentang 11,82 hingga 12,40 persen PDB.
“Kita akan berjuang terus menekan dan memperkecil defisit ini,” ujar Prabowo.
Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga kesehatan fiskal setelah realisasi defisit APBN 2025 sempat melebar menjadi 2,92 persen PDB. Pemerintah menilai ruang fiskal perlu dijaga di tengah dinamika global dan kebutuhan pembiayaan program prioritas nasional.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan KEM-PPKF memiliki posisi strategis karena menjadi dasar penyusunan APBN sekaligus alat mitigasi risiko ekonomi.
“KEM PPKF Tahun Anggaran 2027 juga memiliki peran yang strategis karena bukan saja terkait rancang bangun postur APBN yang sehat dan berkelanjutan yaitu pendapatan negara, belanja negara, defisit dan pembiayaan; akan tetapi juga mengantisipasi berbagai risiko ekonomi yang dapat ditimbulkan baik dari dalam maupun luar negeri,” kata Puan.
Asumsi makro jadi dasar cetak biru APBN 2027
Selain postur fiskal, pemerintah juga menetapkan sejumlah asumsi dasar ekonomi makro yang menjadi acuan RAPBN 2027. Target tersebut mencakup pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar rupiah, hingga harga minyak mentah Indonesia.
Berikut asumsi makro RAPBN 2027:
Prabowo menegaskan stabilitas rupiah akan menjadi fokus utama koordinasi kebijakan fiskal dan moneter pemerintah.
“Nilai tukar kita jaga di Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS. Strategi fiskal dan moneter harus strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia,” tegasnya.
Bidik pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan
Melalui kombinasi kebijakan fiskal dan asumsi makro tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027. Angka itu diposisikan sebagai tahapan menuju target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.
“Saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027 menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029,” tutur Prabowo.
Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah menargetkan penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran. Tingkat kemiskinan pada 2027 dipatok turun ke kisaran 6 hingga 6,5 persen, lebih rendah dibanding target 2026 sebesar 6,5 hingga 7,5 persen.
Sementara itu, tingkat pengangguran ditargetkan turun menjadi 4,3 hingga 4,87 persen. Pemerintah memasang target rasio gini sebesar 0,362 hingga 0,367, indeks modal manusia 0,575, indeks kesejahteraan petani 0,8038, serta proporsi penciptaan lapangan kerja formal sebesar 40,81 persen.
Puan Maharani mengatakan asumsi makro dan arah fiskal dalam KEM-PPKF akan menjadi sinyal penting bagi pelaku usaha dan investor dalam membaca arah ekonomi nasional tahun depan.
“Asumsi makro dan arah fiskal dalam KEM PPKF juga akan memberi sinyal kepada investor, dunia usaha, pemerintah daerah, serta pelaku pasar, tentang ruang gerak perekonomian nasional pada tahun 2027,” ujar Puan.
Rancangan awal KEM-PPKF 2027 tersebut akan menjadi dasar pembahasan lanjutan RAPBN 2027 bersama DPR RI dalam beberapa bulan mendatang.
FAQ seputar cetak biru APBN 2027
| Apa itu KEM-PPKF 2027? | Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 merupakan dokumen awal yang menjadi dasar penyusunan RAPBN 2027. |
| Berapa target defisit APBN 2027? | Pemerintah menargetkan defisit APBN 2027 sebesar 1,8 hingga 2,4 persen dari PDB. |
| Berapa target kurs rupiah dalam APBN 2027? | Pemerintah menetapkan asumsi nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS. |
| Berapa target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027? | Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 hingga 6,5 persen. |

















