Prabowo Sebut Sawit sebagai Tanaman Ajaib Bernilai Strategis

- Presiden Prabowo menggarisbawahi posisi strategis kelapa sawit bagi perekonomian nasional.
- Sawit dapat menghasilkan puluhan produk turunan yang digunakan berbagai sektor industri.
- Potensinya besar dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Jakarta, FORTUNE - Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi strategis kelapa sawit bagi perekonomian nasional. Dalam taklimatnya pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2), dia menyebut komoditas sawit sebagai miracle crop atau tanaman ajaib yang memiliki manfaat strategis bagi Indonesia.
Prabowo menekankan sawit tidak hanya penting dalam memenuhi kebutuhan minyak goreng, melainkan sanggup menghasilkan puluhan produk turunan yang dimanfaatkan pada berbagai sektor industri global.
Dalam hampir setiap kunjungannya ke luar negeri, ia mengklaim, selalu ada permintaan langsung dari pemimpin negara lain agar Indonesia terus memasok crude palm oil (CPO).
“Saya ke Mesir, saya ke Pakistan, saya ke Rusia, saya ke Belarus. Di mana-mana, mereka minta kelapa sawit. Artinya, it is a very strategic commodity,” ujarnya seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/2).
Menurutnya, sawit menghasilkan beragam derivatif penting seperti bahan baku cat dinding, minyak untuk industri roti, sabun, serta berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya. Bahkan, ia menyinggung fakta miliaran orang di dunia membutuhkan sabun untuk kebersihan, yang sebagian besar diproduksi menggunakan turunan sawit.
Prabowo pun menyoroti potensi besar sawit dalam mendukung ketahanan energi nasional. Menurutnya, sawit dapat menghasilkan solar melalui biodiesel. Limbah sawit, termasuk minyak jelantah, pun dapat diolah menjadi bahan bakar pesawat (avtur).
“Biosolar itu akan membuat kita bebas dari ketergantungan luar,” katanya. “Saya larang ekspor limbah kelapa sawit, ekspor jelantah. Harus untuk kepentingan rakyat Indonesia dulu."
Dalam konteks pembangunan ekonomi desa, Prabowo menilai penguatan industri sawit akan membantu menghentikan aliran dana dari desa ke kota atau ke luar negeri. Hilirisasi sawit, yang menghasilkan nilai tambah besar, harus dinikmati oleh rakyat Indonesia, bersamaan dengan program pemenuhan gizi seperti makan bergizi gratis bagi anak-anak.
Menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Indonesia saat ini memiliki sekitar 16,8 juta hektare perkebunan kelapa sawit yang mampu menghasilkan lebih dari 50 juta ton minyak sawit per tahun.
Dari komoditas ini, terdapat sekitar 160 produk turunan yang dimanfaatkan pada berbagai sektor industri.
















