- Komisaris Utama: Ester Hartati Satyono
- Komisaris Independen: Dr. Ir. Tungkot Sipayung
- Komisaris Independen: Dudung Abdurachman
- Komisaris: Djasa Pinara Gusti
- Komisaris: Robiyanto
Nusantara Sawit (NSSS) Tambah Komisaris, Dudung Abdurachman Masuk

- Nusantara Sawit (NSSS) menambah jajaran Dewan Komisaris melalui RUPSLB 21 Januari 2026.
- Dudung Abdurachman ditunjuk sebagai Komisaris Independen dan Djasa Pinara Gusti sebagai Komisaris.
- Saham NSSS menguat signifikan setelah pengumuman perubahan manajemen.
Jakarta, FORTUNE — PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) resmi menambah susunan Dewan Komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu (21/1).
Emiten produsen minyak kelapa sawit ini mengangkat dua komisaris baru, yakni Dudung Abdurachman sebagai Komisaris Independen dan Djasa Pinara Gusti sebagai Komisaris.
Keputusan tersebut disetujui mayoritas pemegang saham dan menjadi bagian dari penguatan fungsi pengawasan perusahaan.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), RUPSLB NSSS dihadiri pemegang saham yang mewakili 22.657.865.200 saham atau setara 95,195 persen dari total saham yang telah dikeluarkan perseroan, sehingga rapat dinyatakan sah dan berwenang mengambil keputusan.
Keputusan RUPSLB dan tingkat persetujuan pemegang saham
Dalam RUPSLB tersebut, mata acara tunggal rapat adalah persetujuan dan pengesahan perubahan susunan Dewan Komisaris. Hasil pemungutan suara menunjukkan dukungan yang sangat dominan dari pemegang saham.
Sebanyak 22.592.542.700 saham atau 99,711 persen suara menyatakan setuju atas perubahan tersebut. Adapun suara tidak setuju tercatat 25.946.900 saham atau 0,115 persen, sementara suara abstain sebanyak 39.375.600 saham atau 0,174 persen.
Manajemen NSSS menyampaikan keputusan tersebut dalam risalah resmi rapat. “Menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris perseroan dengan mengangkat satu Komisaris Independen dan satu Komisaris yang baru,” demikian pernyataan manajemen NSSS.
Profil Dudung Abdurachman, komisaris baru NSSS
Dudung Abdurachman yang ditunjuk sebagai Komisaris Independen merupakan purnawirawan TNI dengan rekam jejak panjang di institusi militer.
Ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) periode November 2021 hingga November 2023. Sebelumnya, Dudung juga mengemban posisi strategis seperti Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Panglima Kodam Jaya, serta Gubernur Akademi Militer (Akmil). Saat ini, Dudung diketahui menjabat sebagai Penasihat Khusus Bidang Pertahanan Nasional.
Sementara itu, Djasa Pinara Gusti ditunjuk sebagai Komisaris. Djasa memiliki latar belakang akademisi dan aktivis, serta tercatat sebagai dosen di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.
Ia juga tercantum sebagai Dewan Pakar Lembaga Pengembang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) PP Muhammadiyah periode 2022–2027, serta aktif di berbagai organisasi tingkat nasional.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi NSSS terbaru
Dengan pengangkatan dua komisaris baru tersebut, susunan Dewan Komisaris NSSS kini berjumlah lima orang. Berikut struktur terbaru manajemen NSSS usai RUPSLB Rabu (21/1):
Dewan Komisaris
Dewan Direksi
- Direktur Utama: Ir. Teguh Patriawan
- Direktur: Kurniadi Patriawan
- Direktur: Miniwati Kasmita
Respons pasar terhadap perubahan manajemen
Pengangkatan komisaris baru tersebut mendapat respons positif dari pasar. Saham NSSS tercatat menguat signifikan setelah pengumuman RUPSLB. Pada penutupan perdagangan Rabu (21/1), saham NSSS naik Rp135 menjadi Rp1.510 per saham, dengan volume transaksi 16,31 juta lembar dan nilai transaksi Rp24,63 miliar.
Penguatan berlanjut pada perdagangan Kamis (22/1). Hingga penutupan sesi I pukul 12.00 WIB, saham NSSS tercatat naik 9,93 persen atau Rp150 menjadi Rp1.660 per saham. Dalam sepekan, saham NSSS telah menguat 32,80 persen atau naik Rp410 per lembar.
Sekilas profil bisnis Nusantara Sawit Sejahtera
PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk didirikan pada 2008 dan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada Maret 2023. Perseroan mengoperasikan lima perusahaan perkebunan sawit terintegrasi dengan total area inti dan plasma sekitar 46.000 hektare di Kalimantan Tengah.
Sebagai produsen hulu, NSSS memproduksi Tandan Buah Segar (TBS), Minyak Sawit Mentah (CPO), dan Inti Sawit (PK), yang sebagian besar dipasarkan ke pembeli domestik. Perseroan menekankan penggunaan bibit unggul, penerapan metode pemupukan terpola, serta investasi berkelanjutan dalam riset dan pengembangan guna meningkatkan hasil panen dan tingkat ekstraksi.
FAQ seputar Nusantara Sawit (NSSS)
| Apa keputusan utama RUPSLB NSSS Januari 2026? | RUPSLB menyetujui pengangkatan Dudung Abdurachman sebagai Komisaris Independen dan Djasa Pinara Gusti sebagai Komisaris. |
| Berapa tingkat persetujuan pemegang saham atas keputusan tersebut? | Sebanyak 99,711 persen suara pemegang saham menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris. |
| Bagaimana respons saham NSSS setelah RUPSLB? | Saham NSSS menguat hingga 9,93 persen dan naik lebih dari 30 persen dalam sepekan. |











