Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Pasar Menunggu Data Penjualan Ritel, IHSG Diproyeksikan Rebound

Pasar Menunggu Data Penjualan Ritel, IHSG Diproyeksikan Rebound
Layar yang menunjukkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat secara teknikal pada Selasa (10/3), setelah ditutup melemah 3,27 persen ke level 7.337 kemarin (9/3).

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, potensi rebound IHSG hari ini sejalan dengan koreksi harga minyak setelah rencana G7 melepas cadangan minyak strategis, serta beberapa saham yang sudah berada di area support dan oversold.

"Secara teknikal, support IHSG berada di 7.200-7.300 dengan resisten di 7.400-7.500. Sementara pasar juga menantikan rilis data penjualan ritel Indonesia," kata Reza dalam riset hariannya.

Daftar saham pilihan tim BRIDS pada perdagangan hari ini, meliputi: BBNI, ITMG, dan LSIP.

Kemarin, IHSG tertekan karena dipicu meningkatnya tensi gopolitik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel. Hal itu mengganggu distribusi minyak global dan mendorong harga minyak ke atas US$100 per barel. Kondisi itu juga memicu kekhawatiran terhadap APBN Indonesia akibat potensi kenaikan subsidi energi. Sementara itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari menurun ke 125,2.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI), M. Nafan Aji Gusta, mengatakan, sentimen positif IHSG muncul setelah adanya harapan deeskalasi konflik AS-Israel dan Iran, sejalan dengan adanya isyarat dari Presiden AS, Donald Trump perihal potensi berakhirnya konflik tersebut. Pemerintah AS pun membuka opsi diplomasi terkait konflik itu.

Dari pasar domestik, para pelaku pasar menantikan data penjualan ritel Januari. Berdasarkan Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI), kinerja ritel pada periode itu diperkirakan bertumbuh 7,9 persen (YoY) karena peritel mulai melakukan stockpilling dan promosi awal pada akhir Januari guna mempersiapkan ramadan yang maju ke awal Maret. Di situasi tersebut, Nafan menyebut, biasanya daya beli masyarakat masih tinggi.

"Secara teknikal, IHSG semestinya sudah limited downside sejak RSI sudah menunjukkan oversold. Di sisi lain, volume mulai meningkat," kata Nafan dalam risetnya.

Saham-saham yang masuk pantauannya adalah BBTN, DSNG, dan ENRG.

Share
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Market

See More

Pasar Menunggu Data Penjualan Ritel, IHSG Diproyeksikan Rebound

10 Mar 2026, 07:21 WIBMarket