Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Bank Mandiri Sepakat Bagi Dividen Rp44,47 triliun, Yield Capai 10,77%

Bank Mandiri Sepakat Bagi Dividen Rp44,47 triliun, Yield Capai 10,77%
RUPST Bank Mandiri Tahun Buku 2026
Intinya Sih
  • Bank Mandiri membagikan dividen Rp44,47 triliun atau 79% dari laba 2025, dengan DPS Rp476,95 per saham dan yield mencapai 10,77%, tertinggi di sektor perbankan nasional.
  • Sebagian dividen senilai Rp9,3 triliun telah dibayarkan sebagai interim pada Januari 2026, sementara sisanya akan didistribusikan setelah RUPST yang digelar di Jakarta.
  • RUPST juga menyetujui buyback saham maksimal Rp1,17 triliun hingga April 2027 serta perubahan susunan Direksi dan Komisaris untuk memperkuat tata kelola perusahaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan membagikan dividen senilai Rp44,47 triliun atau setara 79 persen dari laba tahun buku 2025. Keputusan itu disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Rabu (29/4).

Dari nominal tersebut, dividen total per saham (total dividend per share/DPS) atas kinerja BMRI tahun buku 2025 sebesar Rp476,95, tumbuh dibandingkan DPS tahun buku 2024 senilai Rp 466,18 per lembar saham.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan menyatakan dividen tahun ini mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah perseroan. Rekor dividen yang disepakati ini pun memperkuat rekam jejak Bank Mandiri sebagai salah satu penyumbang dividen terbesar di tataran BUMN.

"Hal ini mencerminkan komitmen kami dalam menghadirkan nilai optimal bagi negara dan seluruh pemegang saham, tanpa mengurangi kapasitas Bank Mandiri untuk terus tumbuh sebagai institusi keuangan nasional berdaya saing global," ujar Riduan.

Dari total dividen tersebut, sebesar Rp9,3 triliun telah dibayarkan lebih awal sebagai dividen interim pada 14 Januari 2026, sedangkan sisanya akan didistribusikan kepada pemegang saham pascapenyelenggaraan RUPST.

Pada penutupan penyelenggaraan RUPST kemarin, harga saham BMRI mencapai Rp4.430 per lembar saham. Dengan demikian dividend yield diperoleh mencapai 10,77 persen, salah satu yang tertinggi di antara emiten perbankan Tanah Air.

Dalam RUPST, Bank Mandiri juga merestui rencana pembelian kembali saham perseroan dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp1,17 triliun yang akan dilakukan hingga 12 bulan setelah persetujuan RUPST, yaitu 29 April 2027.

Saham hasil buyback akan disimpan sebagai saham treasuri dan dialihkan melalui Program Kepemilikan Saham bagi karyawan, Direksi, dan anggota Dewan Komisaris Non-Independen, sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Langkah ini ditempuh untuk menjaga kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perseroan yang ditopang fundamental solid," katanya.

Perubahan Susunan Pengurus

Pada mata agenda lain, pemegang saham menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris perseroan. RUPST memberhentikan dengan hormat Muhammad Yusuf Ateh dari jabatan Komisaris Bank Mandiri, sekaligus memberhentikan dan mengangkat kembali Timothy Utama sebagai Direktur Operations Bank Mandiri.

Berikut susunan lengkap Dewan Komisaris dan Direksi:

- Komisaris Utama/Independen: Zulkifli Zaini

- Wakil Komisaris Utama: Rudy Salahuddin Ramto*

- Komisaris: Luky Alfirman

- Komisaris: Yuliot

- Komisaris Independen: Mia Amiati

- Komisaris Independen: Bintoro K. Pardewo

- Direktur Utama: Riduan

- Wakil Direktur Utama: Henry Panjaitan

- Direktur Operations: Timothy Utama

- Direktur Human Capital & Compliance: Eka Fitria

- Direktur Risk Management: Danis Subyantoro

- Direktur Commercial Banking: Totok Priyambodo

- Direktur Corporate Banking: Mochamad Rizaldi

- Direktur Consumer Banking: Saptari

- Direktur Treasury & International Banking: Ari Rizaldi

- Direktur Finance & Strategy: Novita Widya Anggraini

- Direktur Network & Retail Funding: Jan Winston Tambunan

- Direktur Information & Technology: Sunarto

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Related Articles

See More