ADHI Klarifikasi Soal Proyek LRT City: Ada Tantangan Likuiditas

- ADCP mengakui keterlambatan serah terima unit proyek LRT City akibat tantangan likuiditas, serta menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen.
- Dari 9.839 unit hunian LRT City, 5.392 unit telah terjual, namun baru 2.575 unit atau 47,75 persen yang diserahterimakan kepada konsumen.
- ADCP menawarkan relokasi atau pinjam pakai unit siap huni, sambil menjajaki kerja sama investor dan kontraktor strategis untuk mempercepat penyelesaian proyek.
Jakarta, FORTUNE - PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADHI) mengklarifikasi kabar terkait proyek LRT City milik anak usaha, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), yang menuai polemik di kalangan konsumen.
Direktur Portofolio Bisnis & Risiko sekaligus Sekretaris Perusahaan ADHI, Rozi Sparta, mengatakan, sampai saat ini ada 5.392 unit dari total 9.839 unit hunian yang terjual dari proyek itu. Dari jumlah unit yang sudah terjual, baru 2.575 unit yang sudah diserahterimakan kepada konsumen atau hanya 47,75 persen.
"ADCP menyampaikan permohonan maaf kepada para konsumen atas keterlambatan penyelesaian kewajiban serah terima unit. Saat ini, ADCP menghadapi tantangan likuiditas yang berdampak pada penyelesaian proyek," kata Rozi dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (29/7).
Dalam pipeline bisnis berbasis pengembangan kawasan berbasis TOD (Transit Oriented Development), perseroan harus menyediakan kawasan lahan di sekitar area stasiun transportasi umum. Pengembangan hunian pun dilakukan secara bertahap sesuai rencana pengembangan.
Di lain sisi, kondisi pasar properti beberapa tahun terakhir disebut belum sepenuhnya pulih, sehingga turut mempengruhi tingkat penjualan produk. Alhasil, hal tersebut berdampak terhadap penerimaan kas dan kemampuan pendanaan penyelesaian proyek.
"Sebagai bentuk komitmen dalam memenuhi hak konsumen, ADCP telah menawarkan beberapa alternatif penyelesaian, antara lain relokasi unit maupun skema pinjam pakai sementara pada unit ready stock yang tersedia," tulis Rozi.
Selain itu, ADCP pun tengah menjajaki kerja sama dengan investor dan kontraktor sstrategis. Tujuannya, mendukung percepatan penyelesaian proyek sehingga kewajiban kepada konsumen dapat dipenuhi secara bertahap.
Pada Rabu pukul 15.03 WIB, saham ADHI terkoreksi 2,48 persen ke harga Rp157. Dikutip dari IDX Mobile, volume transaksi mencapai 6,45 juta unit saham, dengan nilai transaksi Rp1,01 miliar, dan frekuensi transaksi sebanyak 603 kali.











