Dividen DMAS: Kebijakan Payout 30 Persen dan Proyeksinya

DMAS mempertahankan kebijakan dividen 30 persen dari laba bersih, tetapi nominal untuk tahun buku 2026 belum ditetapkan.
Per 30 Juni 2026, kas DMAS mencapai Rp2,08 triliun. Perseroan mempertimbangkan akuisisi lahan sekitar Kota Deltamas untuk mengatasi keterbatasan lahan industri.
Data center mendominasi penjualan lahan: marketing sales semester I 2026 mencapai Rp1,15 triliun atau 55 persen target, dengan 75 persen inquiry berasal dari sektor ini.
Jakarta, FORTUNE — PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mempertahankan kebijakan pembagian dividen sebesar 30 persen dari laba bersih. Manajemen menyampaikan kebijakan tersebut saat public expose pada Senin (7/9), dengan keputusan pembagian tetap mempertimbangkan kebutuhan belanja modal serta posisi kas perseroan.
Untuk tahun buku 2026, DMAS belum mengumumkan nominal dividen yang akan dibagikan. Perseroan memiliki kas dan setara kas Rp2,08 triliun per 30 Juni 2026. Di sisi lain, penjualan lahan industri masih didominasi permintaan dari sektor data center.
Table of Content
Kebijakan dividen DMAS
Manajemen DMAS menyebut pembagian dividen perlu memperhitungkan beberapa kebutuhan keuangan sebelum menentukan jumlah yang dibayarkan kepada pemegang saham.
"Dalam pembagian dividen perlu dipertimbangkan CapEx, cadangan kas dan setara kas, serta faktor lainnya, tetapi Perseroan sudah berkomitmen bahwa kebijakan pembagian dividen sebesar 30 persen dari laba bersih Perseroan," ujar manajemen dalam public expose, dikutip Jumat (11/9).
Dalam penjelasan yang sama, DMAS menyebut rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) berdasarkan riwayat sebelumnya telah mencapai atau bahkan melebihi 100 persen.
Dividen DMAS tahun buku 2025
Untuk tahun buku 2025, DMAS tercatat membagikan dividen Rp16,5 per saham. Berdasarkan catatan RHB Sekuritas, pembayaran tersebut memiliki DPR sekitar 99 persen dan dividend yield sekitar 9 persen.
Namun, DMAS belum menetapkan nominal dividen untuk tahun buku 2026. Besaran pembagian nantinya tetap mengacu pada kebijakan dividen perseroan dengan mempertimbangkan CapEx, cadangan kas dan setara kas, serta faktor lainnya.
Kas DMAS capai Rp2,08 triliun
Posisi kas menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan DMAS ketika menentukan pembagian dividen. Per 30 Juni 2026, perseroan mencatat kas dan setara kas Rp2,08 triliun.
Kas tersebut juga menjadi bagian dari sumber pendanaan yang perlu diperhitungkan perseroan untuk kebutuhan ekspansi. Manajemen menyatakan pembelian landbank dalam skala besar membutuhkan belanja modal yang cukup besar.
DMAS saat ini menghadapi keterbatasan lahan industri ketika permintaan masih tinggi. Perseroan mempertimbangkan akuisisi lahan di sekitar Kota Deltamas agar pengembangan konektivitas listrik, internet, air bersih, air limbah, dan air daur ulang dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
Data center dorong penjualan DMAS
Bisnis data center menjadi penggerak utama prapenjualan DMAS pada semester I 2026. Perseroan mencatat marketing sales Rp1,15 triliun hingga Juni atau sekitar 55 persen dari target tahun berjalan.
Dari inquiry lahan industri sebesar 85 hektare, sekitar 75 persen berasal dari sektor data center.
Untuk mendukung tenant data center, Deltamas memiliki kapasitas listrik hingga 1.000 MVA. Perseroan juga mengoperasikan fasilitas pengelolaan air sendiri, termasuk Water Treatment Plant, Wastewater Treatment Plant, dan Recycle Water Treatment Plant.
Manajemen menyebut tren penjualan pada kuartal III dan IV 2026 masih didominasi sektor data center. DMAS juga menyatakan optimistis dapat mencapai target pre-sales dan accounting sales 2026.
Proyeksi dividen DMAS
Selain kebijakan perusahaan, RHB Sekuritas memperkirakan DMAS dapat membagikan dividen Rp30 per saham untuk tahun buku 2027. Proyeksi tersebut disertai estimasi DPR 95 persen dan yield sekitar 15 persen berdasarkan harga saham yang digunakan dalam riset tersebut.
Proyeksi itu merupakan estimasi analis dan bukan keputusan dividen dari DMAS. Manajemen sendiri baru menyampaikan kebijakan payout 30 persen dari laba bersih serta belum menetapkan besaran dividen untuk tahun buku 2026.
DMAS juga memperkirakan recurring income tahun 2026 berada di kisaran Rp300 miliar hingga Rp400 miliar per tahun. Perseroan menyebut recurring income meningkat sekitar 25–30 persen setiap tahun.
Untuk saat ini, pembagian dividen tahun buku 2026 masih menunggu keputusan perseroan dengan mempertimbangkan CapEx, cadangan kas dan setara kas, serta faktor lainnya.
FAQ seputar dividen DMAS
Berapa kebijakan dividen DMAS? DMAS menyatakan kebijakan pembagian dividen sebesar 30 persen dari laba bersih.
Berapa dividen DMAS tahun buku 2025? DMAS membagikan dividen Rp16,5 per saham untuk tahun buku 2025.
Berapa kas DMAS per Juni 2026? Kas dan setara kas DMAS mencapai Rp2,08 triliun per 30 Juni 2026.
Berapa proyeksi dividen DMAS 2027? RHB Sekuritas memperkirakan dividen DMAS tahun buku 2027 sebesar Rp30 per saham.











