- ICP Indonesia: dari US$81,68 menjadi US$89,43 per barel, naik US$ 7,75.
- Brent (ICE): dari US$83,97 menjadi US$88,08 per barel, naik US$4,10.
- WTI (Nymex): dari US$79,22 menjadi US$82,45 per barel, naik US$3,23.
- Dated Brent: dari US$83,41 menjadi US$90,84 per barel, naik US$7,43.
ICP Agustus 2026 Naik ke US$89,43 per Barel Akibat Eskalasi Geopolitik

- Rata-rata ICP Agustus naik US$7,75 menjadi US$89,43 per barel dibandingkan Juli 2026.
- Risiko geopolitik, ketegangan di Selat Hormuz dan Laut Merah, serta kekhawatiran gangguan pasokan memengaruhi pergerakan harga.
- Pemerintah memantau pasar menjelang September, dengan proyeksi ICP US$83,00 hingga US$87,00 per barel.
Jakarta, FORTUNE - Pemerintah menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) Agustus ke level US$89,43 per barel, seiring harga minyak global yang juga menunjukkan lonjakan.
Adapun rata-rata ICP tersebut naik US$7,75 per barel dibandingkan ICP Juli 2026 yang berada di level US$81,68 per barel.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyampaikan pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan di jalur distribusi minyak internasional.
"Berbagai ketegangan di kawasan Selat Hormuz dan Laut Merah, termasuk serangan terhadap kapal tanker dan fasilitas kilang, telah memicu kekhawatiran pasar terhadap kelancaran pasokan minyak dunia," ujar Laode.
Selain kekhawatiran terhadap gangguan jalur maritim, pengetatan sanksi politik-ekonomi dan kebuntuan diplomasi internasional disebut turut membatasi peluang penurunan harga minyak dunia.
Adapun, kenaikan harga minyak mentah pada Agustus 2026 dibandingkan Juli 2026 tercatat sebagai berikut:
Dengan perkembangan ini, pemerintah mengatakan bakal terus memantau perkembangan pasar menjelang realisasi harga September. Laode memperkirakan, ICP masih berada pada level tinggi, yakni di kisaran US$83,00 hingga US$87,00 per barel. Proyeksi tersebut dikaitkan dengan kendala pasokan di Selat Hormuz serta perkiraan penurunan cadangan minyak di Amerika Serikat.
"Kami akan terus memantau pergerakan harga minyak mentah dunia sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional. Pemerintah juga menyatakan formula ICP tetap transparan dan mencerminkan dinamika pasar internasional agar akuntabel bagi keuangan negara serta industri hulu migas," pungkasnya.








