Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Indika Energy Buka Suara Soal Wacana Divestasi Kideco

Indika Energy Buka Suara Soal Wacana Divestasi Kideco
Dok. Indika Energy
Intinya Sih
  • Indika Energy menanggapi rumor divestasi Kideco Jaya Agung dengan menegaskan komitmen terhadap transparansi dan hanya akan memberi pernyataan resmi jika ada aksi korporasi material.

  • Kideco menyumbang 72,8 persen pendapatan konsolidasian INDY pada kuartal I-2026 dengan laba bersih US$42,4 juta.

  • Manajemen INDY belum mengungkap rencana mendetail terkait strategi bisnis bila penjualan Kideco terjadi, namun memastikan pengoperasian bisnisnya tetap normal dan patuh pada aturan keterbukaan informasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE – PT Indika Energy Tbk (INDY) memberikan tanggapan resmi mengenai spekulasi pasar yang menyebut perseroan berencana melepas kepemilikan saham pada anak usaha batu baranya, PT Kideco Jaya Agung. Melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/7), emiten energi ini memilih tidak membantah maupun membenarkan kabar divestasi tersebut, melainkan menegaskan komitmennya terhadap regulasi pasar modal.

Corporate Secretary Indika Energy, Adi Pramono, menyatakan perseroan tetap memegang teguh prinsip transparansi dan hanya akan merilis pernyataan resmi jika terdapat aksi korporasi yang bersifat material.

"Sehubungan dengan pemberitaan media baru-baru ini mengenai portofolio investasi perusahaan, perusahaan tidak memberikan komentar atas rumor atau spekulasi pasar," kata Adi dalam keterangan tertulisnya.

Pernyataan ini dikeluarkan sebagai respons atas laporan Bloomberg yang mengungkapkan bahwa INDY sedang menimbang opsi penjualan seluruh atau sebagian kepemilikannya di PT Kideco Jaya Agung. Nilai kesepakatan dari transaksi potensial tersebut diperkirakan lebih dari US$1 miliar atau setidaknya Rp18 triliun.

Rumor mengenai rencana pelepasan aset ini langsung memicu perhatian besar dari para pelaku pasar. Pasalnya, Kideco Jaya Agung sampai saat ini masih bertindak sebagai tulang punggung utama yang menopang kinerja keuangan Indika Energy.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian kuartal I-2026 yang berakhir pada 31 Maret 2026, Kideco membukukan pendapatan US$377,4 juta, yang setara dengan 72,8 persen dari total pendapatan kotor konsolidasian INDY.

Jika ditinjau dari sisi profitabilitas, kontribusi Kideco jauh lebih dominan. Anak usaha tersebut meraup laba bersih US$42,4 juta pada tiga bulan pertama tahun ini, melampaui total laba bersih konsolidasian Indika Energy yang mencapai US$7 juta, setelah tergerus oleh beban operasional dari portofolio bisnis non-batu bara dan segmen usaha lainnya.

Besarnya porsi keuangan Kideco terhadap induk usaha memicu perdebatan di kalangan analis mengenai arah strategi jangka panjang INDY. Terlebih, manajemen Indika Energy memang tengah gencar melakukan diversifikasi bisnis ke sektor nonbatu bara dalam beberapa tahun terakhir demi mengejar target transisi hijau.

Kendati demikian, pihak manajemen INDY hingga saat ini belum memberikan perincian atau cetak biru mengenai skenario perubahan komposisi bisnis perseroan apabila penjualan aset jangkar ini benar-benar terjadi di masa depan.

Adi Pramono menambahkan, manajemen memastikan seluruh pengoperasian bisnisnya berjalan normal dan tidak ada informasi material tersembunyi yang dapat memengaruhi pergerakan harga saham di lantai bursa.

"Perseroan memastikan setiap informasi material akan disampaikan kepada publik melalui mekanisme keterbukaan informasi sesuai regulasi," ujarnya.

INDY juga menyatakan siap memenuhi kewajiban hukum tersebut jika di kemudian hari terdapat perkembangan material yang wajib dilaporkan kepada investor. 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More