Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Strategi Diversifikasi, Indika (INDY) Bentuk Anak Usaha Baru

Kideco Jaya Agung
Dok. Indika Energy
Intinya sih...
  • Pembentukan anak usaha baru ditujukan sebagai bagian dari strategi bisnis diversifikasi.
  • BISA akan bergerak dalam bidang aktivitas penunjang pertambangan, penyewaan kendaraan tanpa hak opsi, dan penyewaan alat konstruksi dengan operator.
  • BEI memantau kenaikan harga saham INDY yang mencapai 47,77 persen dalam satu bulan terakhir.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Indika Energy Tbk (INDY), melalui anak perusahaannya, PT Energi Makmur Buana (EMB) dan PT Invi Mining Unggulan Nusantara (IMUN), mendirikan usaha baru, yakni PT Bima Invi Sinergi Alami (BISA), yang akan berkantor di Jakarta.

Dalam keterbukaan informasi, manajemen INDY menjelaskan perusahaan baru ini akan melakukan sejumlah kegiatan usaha pada bidang aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mobil, bus, truk dan sejenisnya, dan penyewaan alat konstruksi dengan operator.

Perseroan optimistis pembentukan usaha ini sesuai dengan strategi bisnis diversifikasi perseroan, serta sejalan dengan fokusnya pada kegiatan usaha berkelanjutan.

“Dengan pembentukan anak perusahaan ini, perseroan akan memiliki anak usaha baru yang laporan keuangannya akan terkonsolidasi,” demikian Sekretaris Perusahaan INDY, Adi Pramono, dalam keterbukaan informasi, Selasa (27/1).

EMB menggenggam 25 persen saham BISA, sementara IMUN memiliki 75 persen saham BISA. EMB dan IMUN merupakan anak usaha INDY, yang lebih dari 99 persen sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh perseroan.

Manajemen berkeyakinan kejadian ini tidak akan berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan.

Pada tataran lain, saham PT Indika Energy Tbk (INDY) tengah dipantau oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami kenaikan signifikan. Pada 26 Januari 2026, BEI mengumumkan telah terjadi peningkatan harga saham INDY yang di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA).

Dalam jangka waktu satu bulan, saham INDY telah terkerek 1.070 atau 47,77 persen menjadi Rp3.310 pada perdagangan hari ini (27/1).

Share
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Market

See More

BAIK Bidik Ekspansi Bahan Baku ke Luar Pulau Jawa pada 2026

27 Jan 2026, 18:44 WIBMarket