Di Tengah Krisis Iran, Pasar Kripto Dibanjiri Dana US$619 Juta

Jakarta, FORTUNE - Ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah justru diikuti aliran dana baru ke pasar aset digital. Produk investasi berbasis kripto mencatat arus masuk bersih sebesar US$619 juta dalam sepekan terakhir, menandakan respons awal investor terhadap krisis Iran relatif positif terhadap sektor ini.
Laporan mingguan Digital Asset Fund Flows dari CoinShares yang dikutip dari Cryptopotato, menunjukkan bahwa dalam tiga hari pertama pekan lalu arus dana masuk bahkan mencapai US$1,44 miliar. Angka tersebut mencerminkan optimisme investor pada awal pekan meskipun ketegangan geopolitik sedang meningkat.
Namun, sentimen pasar mulai berubah menjelang akhir pekan. Pada Kamis dan Jumat, pasar mencatat arus keluar dana sebesar US$829 juta. Penarikan dana ini terjadi meskipun data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan hasil yang jauh lebih lemah dari perkiraan, situasi yang biasanya justru mendorong minat investor terhadap aset berisiko seperti kripto.
Lonjakan harga minyak akibat konflik Iran disebut menjadi salah satu faktor yang menahan potensi penurunan inflasi yang biasanya muncul setelah data pasar tenaga kerja yang melemah.
Dalam laporan tersebut, Bitcoin menjadi aset kripto yang paling banyak menarik minat investor. Produk investasi yang terkait dengan Bitcoin mencatat arus masuk dana sebesar US$521 juta.
Meski demikian, pandangan investor terhadap Bitcoin belum sepenuhnya searah. Produk investasi yang bertaruh pada penurunan harga Bitcoin (short-Bitcoin) juga mencatat tambahan dana sekitar US$11,4 juta.
Di kelompok altcoin, Ethereum memimpin dengan arus dana masuk US$88,5 juta, disusul Solana sebesar USD 14,6 juta. Sementara itu, Uniswap dan Chainlink masing-masing menerima tambahan sekitar US$1,4 juta, dan produk investasi multi-aset mencatat arus masuk US$5,4 juta.
Berbeda dengan aset kripto lain, XRP justru mengalami arus keluar dana sebesar US$30,3 juta.
Dari sisi wilayah, sebagian besar aktivitas investasi positif berasal dari Amerika Serikat dengan arus masuk US$646 juta. Sebaliknya, Eropa mencatat arus keluar dana US$23,8 juta, diikuti Asia sebesar US$2,2 juta dan Kanada sekitar US$3,6 juta.
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan harga minyak yang sempat melampaui US$115 per barel, harga Bitcoin relatif tetap stabil. Meski demikian, potensi gangguan pasokan energi melalui Selat Hormuz serta ketidakpastian di Timur Tengah membuat pelaku pasar global tetap mewaspadai kemungkinan volatilitas.














