Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Masih Dibayangi Geopolitik dan Rupiah, IHSG Diprediksi Melemah Lagi

Masih Dibayangi Geopolitik dan Rupiah, IHSG Diprediksi Melemah Lagi
Ilustrasi perdagangan di bursa saham. (Fortune Indonesia/Tanayastri Dini)

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali terkoreksi pada Selasa (28/4), setelah ditutup melemah 0,32 persen di level 7.106 pada penutupan perdagangan Senin (27/4).

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, pelemahan itu juga membuka potensi IHSG untuk menutup area gap-nya pada level psikologis 7.000. Pasar terus mencermati tekanan jual dari investor asing akibat ketidakpastian konflik dan pelemahan rupiah.

"Di sisi lain, juga terdapat rilis keputusan suku bunga Bank Of Japan yang akan diproyeksi ditahan di angka 0,75 persen," kata Reza dalam riset hariannya.

Daftar saham pilihan tim BRIDS hari ini, yakni: ARCI, PTBA, dan AALI.

Koreksi IHSG kemarin disertai dengan aksi jual asing sebesar Rp2,01 triliun. Meskipun sempat dibuka menguat, namun IHSG ditutup cenderung melemah akibat adanya perkembangan mengenai Iran mengajukan proposal baru kepada Amerika untuk membuka kembali Strait of Hormuz dan menghentikan perang.

Sementara isu nuklir dibahas belakangan. Proposal tersebut telah diterima AS, namun belum ada keputusan lanjutan yang membuat harga minyak bumi kembali meningkat.

Lebih lanjut, tim Phintraco Sekuritas menilai, secara teknikal, MACD IHSG sudah membentuk death cross dan Stochastic RSI berada di area pivot menuju arah oversold. IHSG pun diperkirakan akan bergerak sideways pada kisaran 7.000-7.250.

Menteri Keuangan Purbaya mengatakan akan memberikan insentif terhadap pasar modal Indonesia, jika program-program yang dilakukan otoritas bursa berjalan dengan baik (27/4). Menkeu mengatakan akan mempertimbangkan apakah insentif tersebut mungkin akan berupa pengurangan pajak.

Sentimen lain berasal dari data investasi asing langsung (FDI) ke Indonesia, di luar sektor keuangan dan migas, yang bertumbuh 8,5 persen (YoY) menjadi Rp250 triliun pada kuartal-I 2026. Kenaikan itu menandai pertumbuhan dua kuartal berturut-turut, setelah meningkat 4,3 persen (YoY) pada kuartal-IV 2025. Arus masuk investasi terbesar terutama berasal dari sektor industri logam dasar (US$3,7 miliar).

Lalu, pemerintah akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan APBN 2026 (28/4). Ada sembilan seri SUN yang akan dilelang, yaitu seri SPN01260530, SPN12260730, SPN12270429, FR0109, FR0108, FR0106, FR0107, FR0102 dan seri FR0105.

Dari lelang tersebut, Pemerintah menetapkan target indikatif sebesar Rp36 triliun dan target maksimal 150 persen dari target indikatif. Hasil dari lelang ini diperkirakan akan berpengaruh terhadap yield SUN di pasar sekunder.

Saham-saham yang disoroti oleh tim Phintraco Sekuritas hari ini, yakni: AMMN, AADI, MEDC, ARCI, dan GGRM.

Share
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Related Articles

See More

Masih Dibayangi Geopolitik dan Rupiah, IHSG Diprediksi Melemah Lagi

28 Apr 2026, 08:04 WIBMarket