Rupiah Dibayangi Risiko Geopolitik, IHSG Diproyeksi Lanjut Koreksi

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih lanjut terkoreksi pada Senin (27/4), setelah ditutup melemah 3,38 persen di level 7.129.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, itu karena secara teknikal, masih terdapat satu area gap yang belum tertutup pada level psikologis 7,000. Daftar saham pilihan BRIDS hari ini adalah ANTM, BFIN, dan ELSA.
Pasar juga akan terus mencermati perkembangan situasi konflik timur tengah setelah terdapat kabar bahwa Iran menegaskan tidak akan bernegosiasi di bawah tekanan. "Sementara AS membatalkan kunjungan utusan khususnya, mencerminkan kerasnya posisi kedua pihak," kata Reza dalam riset hariannya.
Di samping itu, terdapat rebalancing yang menegaskan bahwa penentuan indeks BEI kini tidak lagi semata berbasis kapitalisasi pasar, melainkan lebih menitikberatkan pada likuiditas, free float, dan kualitas distribusi kepemilikan saham.
Pada perdagangan Jumat (24/4), koreksi IHSG disertai dengan net foreign sell sebesar Rp3,02 triliun. Pelemahan itu didorong oleh kekhawatiran pasar terkait kondisi mata uang rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar Amerika Serikat (AS).
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas menambahkan, sentimen negatif masih berlanjut dengan diblokirnya Selat Hormuz. Meskipun AS mengumumkan diperpanjangnya gencatan senjata Israel-Lebanon selama tiga pekan, pertempuran tetap berlanjut di Lebanon selatan.
Sementara itu dilaporkan AS berpotensi menghukum sekutunya di NATO, termasuk menangguhkan Spanyol dari aliansi karena tidak mendukung AS dalam perang Iran. Investor masih akan mencermati adanya potensi perundingan damai AS-Iran.
Di Wall Street, investor juga menantikan dirilisnya laporan keuangan beberapa emiten teknologi besar. Secara global, investor akan mencermati pertemuan The Fed, ECB, BoE dan BoJ untuk membahas kebijakan moneter masing-masing pada pekan ini. Data PDB kuartal-I 2026 dari AS dan Euro Area juga akan dirilis pada pekan ini.
Dari domestik, investor masih akan mencermati dampak konflik di Timur Tengah terhadap prospek ekonomi domestik, termasuk depresiasi rupiah, potensi inflasi dan kemungkinan melebarnya defisit APBN 2026. Moody's umumkan penilaian terbaru terhadap peringkat utang RI tetap dipertahankan di level Baa2 atau satu tingkat di atas investment grade, namun dengan outlook direvisi dari stabil menjadi negatif.
"Secara teknikal, IHSG diperkirakan berpotensi menguji level psikologis di 7.000," demikian menurut tim riset Phintraco Sekuritas.
Daftar saham pilihan Phintraco Sekuritas pada pekan ini meliputi ADMR, ADRO, BFIN, ISAT, ULTJ dan SRTG.















