Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

EY: Volume M&A di Asia Tenggara Naik, Nilai Transaksi Turun

EY: Volume M&A di Asia Tenggara Naik, Nilai Transaksi Turun
ilustrasi kerja sama (pexels.com/cottonbro studio)
Intinya Sih
  • EY mencatat jumlah transaksi M&A sektor jasa keuangan di ASEAN naik dari 48 menjadi 58 pada 2025, namun nilai totalnya turun dari US$4,2 miliar menjadi US$2,1 miliar.
  • Perusahaan kini lebih memilih akuisisi kecil dan investasi minoritas karena biaya pendanaan tinggi, kesenjangan valuasi, serta pengawasan regulasi dan permodalan yang makin ketat.
  • Fokus investasi bergeser ke penguatan kapabilitas digital, solusi pembayaran, dan pengelolaan kekayaan, sementara secara global nilai transaksi M&A sektor keuangan melonjak hingga US$418,9 miliar pada 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - EY mencatat bahwa total transaksi merger dan akuisisi (M&A) yang diumumkan atau diselesaikan di sektor jasa keuangan di Asia Tenggara (ASEAN) sebesar 58 transaksi sepanjang 2025, meningkat dari 48 transaksi pada 2024. Namun, nilai total transaksi ini menurun, dari US$4,2 miliar pada 2024 menjadi US$2,1 miliar pada 2025.

EY Asean Financial Services Leader, Sumit Narayanan, mengatakan bahwa hal ini mengindikasikan pergeseran strategi menuju akuisisi berskala lebih kecil dan investasi minoritas, alih-alih transaksi besar yang bersifat transformatif.

Tingginya biaya pendanaan serta kesenjangan valuasi antara pembeli dan penjual membuat realisasi transaksi skala besar menjadi lebih menantang. Di sisi lain, pengawasan regulasi dan permodalan yang semakin ketat juga mendorong perusahaan lebih berhati-hati.

Seiring itu, banyak perusahaan kini memfokuskan investasi pada upaya penguatan kapabilitas, khususnya di bidang layanan digital, solusi pembayaran, dan pengelolaan kekayaan.

β€œTren ini mencerminkan penerapkan strategi pertumbuhan yang lebih disiplin dan berbasis penyesuaian risiko, di tengah ketidakpastian makro ekonomi dan geopolitik,” ujarnya dalam risetnya, dikutip Jumat (24/4).

EY-Parthenon Indonesia Strategy and Transactions Partner, Reuben Tirtawidjaja, menyatakan bahwa investor saat ini semakin selektif, dengan lebih sering memilih pelaku usaha yang lebih kecil dan terspesialisasi dibandingkan transaksi berskala besar, terutama saat mengevaluasi peluang investasi ekuitas.

Dari perspektif regulator, pendekatan ini diperkirakan akan mempercepat konsolidasi industri. Pada saat yang sama, pelaku utama industri juga semakin memilih akuisisi portofolio pinjaman atau aset dibandingkan pengambilalihan ekuitas secara penuh, khususnya apabila suatu transaksi tidak membutuhkan izin, infrastruktur, teknologi, atau jaringan distribusi yang umumnya melekat pada investasi ekuitas.

Meski banyak investor masih bersikap hati-hati terhadap Indonesia, posisi Indonesia sebagai pasar terbesar di kawasan, dengan ruang pertumbuhan yang masih sangat luas, tetap dinilai menarik.

Sementara itu, secara global, total transaksi merger dan akuisisi (M&A) yang diumumkan atau diselesaikan di sektor jasa keuangan global pada tahun 2025 meningkat sebesar 49 persen secara tahunan (yoy), didorong oleh kenaikan signifikan jumlah transaksi bernilai di atas US$1 miliar.

Sepanjang 2025, bank, perusahaan asuransi, dan manajer aset di pasar jasa keuangan utama dunia mengumumkan 2.236 transaksi, naik tipis dari 2.219 transaksi pada 2024 yang saat itu merupakan puncak tertinggi dalam 10 tahun. Total nilai transaksi global di jasa keuangan meningkat signifikan dari US$282,1 miliar pada 2024 menjadi US$418,9 miliar pada 2025.

Pada tahun 2025, sebanyak 93 transaksi bernilai di atas US$1 miliar dan menyumbang 81 persen dari total nilai transaksi, dibandingkan dengan 54 transaksi bernilai di atas US$1 miliar pada 2024. Sekitar 10 persen dari seluruh transaksi jasa keuangan pada 2025 didorong oleh perusahaan ekuitas privat atau modal ventura, sementara sisanya merupakan transaksi antar institusi korporasi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Related Articles

See More