- Komisaris Utama: Andi Widjaja.
- Komisaris: Gunawan Prawiro Soeharto.
- Komisaris: Endang Wahjuningtyas Hoyaranda.
- Komisaris: Dewi Muliaty.
- Komisaris Independen: Keri Lestari.
- Komisaris Independen: Lukas Setia Atmaja.
Prodia Bagi Dividen Rp162,68/Saham, Total 70% dari Laba Bersih

Jakarta, FORTUNE - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) menyetujui pembagian dividen senilai Rp162,68 per lembar saham untuk tahun buku 2025.
Secara total, dividen tersebut mencapai Rp144 miliar. Direktur Keuangan & Keberlanjutan Prodia Widyahusada, Marina Eka Amalia, mengatakan, rasio pembayaran dividen tersebut setara 70 persen dari laba bersih perseroan pada 2025. Itu merupakan yang tertinggi sejak perseroan IPO.
"Persentase rasio pembayaran dividen ini terus mengalami kenaikan sejak kami IPO pada 2016," kata Marina dalam paparan publik PRDA, Kamis (23/4).
Secara historis, rasio pembayaran dividen terhadap laba bersih perseroan pada 2016 mencapai 30 persen. Lalu naik menjadi 40 persen pada 2017, sebelum kembali meningkat menjadi 50 persen 3 tahun berturut-turut (2018–2020). Setelah itu, besarannya mencapai 60 pesen hingga 2024.
Keputusan itu disetujui oleh para pemegang saham dalam RUPST 2025, Kamis. Selain membahas agenda penggunaan laba bersih, perseroan juga menetapkan perubahan susunan direksi dan dewan komisaris. Berikut ini susunan Dewan Komisaris dan Direksi PRDA setelah RUPST tersebut:
Dewan Komisaris
Direksi
- Direktur Utama: Liana Kuswandi.
- Direktur Keuangan & Keberlanjutan: Marina Eka Amalia.
- Direktur Komersial & Kemitraan: Indriyanti Rafi Sukmawati.
- Direktur Solusi Terintegrasi & Diagnostik: Andri Hidayat.
- Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia & Organisasi: Ida Zuraida.
Direktur Utama PRDA, Liana Kuswandi, mengatakan, sepanjang 2025, merilis 38 tes baru, memperluas jaringan menjadi 402 outlet di 34 provinsi. Perseroan juga memperkuat kemitraan hingga ke Taiwan, Malaysia, dan Timor Leste.
Selain itu, PRDA pun mendorong transformasi digital lewat aplikasi U by Prodia, yang membukukan pertumbuhan lebih dari 70 persen (YoY). Lalu, dari segi pertumbuhan anorganik, perseroan mengakuisisi 30 persen saham PT Prodia Stemcell Indonesia (ProSTEM).
"Memasuki 2026, Prodia akan terus memperluas pengembangan precision medicine melalui specialty clinics seperti Stem Cell Clinic dan Autoimmune & Longevity Clinic, sekaligus meningkatkan volume tes esoterik serta layanan diagnostik klinis kompleks seperti pemeriksaan genomik dan multiomics," kata Liana.


















