Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Jika Rebound Hari Ini, IHSG Diproyeksi Uji Level 7.650–7.0000

Jika Rebound Hari Ini, IHSG Diproyeksi Uji Level 7.650–7.0000
Proyeksi pergerakan IHSG. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Jakarta, FORTUNE Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada Kamis (23/4), setelah ditutup melemah 0,23 persen ke level 7.541.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG semakin dekat menutup area gap di 7.500 yang menjadi support krusial. Saham-saham pilihan BRIDS hari ini adalah RAJA, SSIA, dan ESSA.

"Jika level ini mampu dipertahankan dan terjadi rebound, maka indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju area resistance 7.650–7.700 dalam jangka pendek," katanya dalam riset harian.

Pelemahan IHSG pada Rabu (22/4) disertai dengan aksi jual bersih asing sebesar Rp1,04 triliun di pasar reguler. Pergerakan indeks cenderung tertahan meski sentimen global sedikit membaik. Dari eksternal, pasar merespons positif perpanjangan tenggat gencatan senjata AS–Iran.

"Namun, pelaku pasar masih mewaspadai ketidakpastian lanjutan, terutama dampaknya terhadap harga energi, jalur distribusi global, dan minat risiko investor," ujarnya.

Dari domestik, Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 4,75 persen (DF 3,75 persen; LF 5,50 persen), yang dinilai konsisten dalam menjaga stabilitas rupiah serta meredam tekanan eksternal.

Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, memproyeksikan IHSG melemah terbatas dengan rentang support 7.447 dan 7.346 serta resisten 7.591 dan 7.677.

Secara teknikal, IHSG hanya mengalami koreksi wajar dan memungkinkan untuk menguji alternatif “wave (ii)”. Meskipun demikian, pola tweezer bottom candlestick pattern terbentuk sehingga menunjukkan adanya peluang koreksi terbatas.

"Berdasarkan indikator, RSI menunjukkan sinyal positif didukung kenaikan volume, namun Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif," kata Nafan dalam risetnya.

Di tengah keputusan BI soal suku bunga, rupiah masih terdepresasi ke Rp17.181 per dolar AS akibat faktor penguatan Indeks Dollar (DXY). Di sisi lain, para pelaku pasar juga mulai mencermati rilis laporan keuangan Q1-2026 dari berbagai emiten berkapitalisasi jumbo, yang diharapkan dapat menjadi faktor pendorong indeks.

Share
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Related Articles

See More

Jika Rebound Hari Ini, IHSG Diproyeksi Uji Level 7.650–7.0000

23 Apr 2026, 08:08 WIBMarket