Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Bitcoin Kembali Tersungkur, Pasar Kripto Dibayangi Sentimen Global

Bitcoin Kembali Tersungkur, Pasar Kripto Dibayangi Sentimen Global
Ilustrasi Bitcoin (pexels.com/ Worldspectrum)

Jakarta, FORTUNE - Pergerakan pasar kripto kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Rabu (29/4). Bitcoin gagal mempertahankan momentum penguatan setelah tertahan di area resistance US$80.000, memicu koreksi harga di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Berdasarkan data CoinMarketCap, kapitalisasi pasar kripto dunia turun 0,94 persen menjadi US$2,55 triliun. Harga Bitcoin hari ini melemah 1,27 persen ke level US$76.327 per koin atau sekitar Rp1,31 miliar dengan asumsi kurs Rp17.251.

Tekanan juga terjadi di mayoritas aset digital utama lainnya. Indeks CoinDesk 20, yang merepresentasikan kinerja 20 kripto terbesar, turun 0,89 persen. Ethereum terkoreksi 0,5 persen ke US$2.288, BNB melemah 0,34 persen ke US$623, Solana turun 1,01 persen ke US$83,81, XRP merosot 1,42 persen ke US$1,37, sementara Dogecoin terkikis tipis 0,01 persen ke US$0,099.

Mengacu pada data TradingView, pelemahan Bitcoin dipengaruhi meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi geopolitik global. Ketidakjelasan pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz serta arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat menjadi faktor utama yang membebani pasar.

Dari sisi teknikal, Bitcoin kini bergerak dalam area yang cukup sempit di antara resistance dan support penting. Setelah melonjak hampir 30 persen sejak awal Februari dari bawah US$60.000, reli harga mulai tertahan di kisaran US$78.000 hingga US$80.000 yang menjadi area tekanan jual kuat.

Zona tersebut juga bertepatan dengan indikator 20-week exponential moving average (EMA), sehingga memperkuat posisinya sebagai resistance utama.

Pendiri MN Capital, Michael van de Poppe, menilai situasi ini masih tergolong normal menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

“Bitcoin menyentuh zona resistance di US$79.000 dan kini bergerak konsolidasi. Saya melihat pasar masih berpotensi menguat dalam periode mendatang,” ujarnya.

Sementara di area bawah, Bitcoin sedang menguji support krusial di sekitar US$75.500. Level ini berdekatan dengan indikator 20-day EMA, 100-day EMA, serta garis tren bawah dari pola ascending channel.

Melansir data on-chain dari Glassnode memperlihatkan area US$78.000 menjadi resistance kuat lantaran terdapat akumulasi sekitar 335.650 BTC pada harga tersebut. Di sisi lain, level US$75.500 menjadi support penting dengan akumulasi sekitar 298.560 BTC.

Pasar juga menghadapi potensi tekanan tambahan di rentang US$82.000 hingga US$84.000 akibat overhang pasokan. Adapun support besar berikutnya berada di kisaran US$65.500 sampai US$67.000.

Meski masih terdapat sinyal positif, kondisi pasar dinilai belum benar-benar solid. Glassnode mencatat cumulative volume delta (CVD) melonjak hampir 200 persen dalam sepekan menjadi US$54,8 juta, yang menunjukkan tekanan beli masih cukup kuat.

Namun, volume perdagangan justru susut 13,8 persen ke US$5,99 miliar. Jumlah alamat aktif harian juga turun 1,6 persen, menandakan minat investor dan aktivitas spekulatif mulai berkurang.

“Meski tekanan beli masih ada, penurunan aktivitas spekulatif mencerminkan pendekatan investor yang lebih berhati-hati,” ungkap Glassnode.

Pandangan serupa disampaikan Swissblock yang menilai fundamental Bitcoin masih belum cukup kuat walaupun struktur harga membuka peluang kenaikan. “Harga Bitcoin masih bisa naik, namun untuk perubahan tren jangka menengah, diperlukan fundamental yang lebih kuat,” demikian diungkap Swissblock.

Dari sisi aliran modal, dukungan institusional juga belum sepenuhnya stabil. Walaupun perusahaan seperti Strategy masih menambah kepemilikan Bitcoin, ETF Bitcoin spot di AS justru mencatat arus keluar bersih sebesar US$273 juta pada awal pekan.

Situasi tersebut memperlihatkan pasar kripto masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan sentimen yang cenderung campuran. Di tengah tekanan global, indikator teknikal, dan pergerakan dana investor, Bitcoin diperkirakan masih bergerak fluktuatif dalam jangka pendek, dengan area US$75.500 hingga US$80.000 menjadi level penting penentu arah berikutnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Related Articles

See More

Bitcoin Kembali Tersungkur, Pasar Kripto Dibayangi Sentimen Global

29 Apr 2026, 12:14 WIBMarket