- Pembangkit Listrik Malitbog (Leyte) dengan daya 232,61 MW
- Pembangkit Listrik Mahanagdong (Leyte) berkapasitas 198,14 MW
- Pembangkit Listrik Tenaga Surya Upper Mahiao (Leyte) dengan daya 112,08 MW
- Pembangkit Listrik Tongonan (Leyte) berkapasitas 123,0 MW
- Optimasi 59,50-MW (Leyte)
- Pembangkit Listrik Bacman I (Bicol) 120,0 MW
- Bacman II 20,0-MW (Bicol)
- Pembangkit Listrik Palinpinon I (Pulau Negros) berkapasitas 112,5 MW
- Palinpinon II 60,0 MW (Pulau Negros)
- Nasulo 49,37 MW (Pulau Negros)
- 54,24-MW Mindanao I (Cotabato Utara)
- 54,24-MW Mindanao II (North Cotabato)
- Pembangkit Listrik Mindanao III 3,66 MW
BREN Ajukan Rencana Akuisisi Anak Usaha First Gen, Nilai US$5 Miliar

- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengajukan penawaran tunai tak mengikat senilai lebih dari US$5 miliar untuk mengakuisisi Energy Development Corp. asal Filipina.
- First Gen Corporation, induk EDC, membenarkan adanya rencana akuisisi namun menegaskan belum ada perjanjian atau penunjukan penasihat resmi terkait transaksi tersebut.
- Langkah ini menjadi bagian dari ekspansi bisnis BREN di sektor energi terbarukan Filipina, dengan EDC yang mengoperasikan 13 pembangkit listrik panas bumi berkapasitas total 1.189,34 MW.
Jakarta, FORTUNE - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dikabarkan mengajukan penawaran tunai tak mengikat (non-binding cash offer) untuk mengakuisisi Energy Development Corp., perusahaan geotermal asal Filipina. Nilainya lebihd ari US$5 miliar.
Induk usaha Energy Development Corp., First Gen Corporation, mengonfirmasi kabar tersebut. Rencana transaksi itu diserta dengan syarat pelaksanaan uji tuntas, penandatanganan dokumen, dan penerimaan persetujuan yang diperlukan.
Akan tetapi, hingga saat ini, belum ada diskusi antara para pihak. "Belum ada perjanjian yang ditandatangani dan First Gen belum menunjuk penasihat apa pun untuk transaksi ini," kata Corporate Secretary First Gen Corporation, Rachel R. Hernandez dalam keterbukaan informasi di situs web Bursa Efek Filipina, dikutip Kamis (16/7).
Sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Bloomberg, diskusi dan pertimbangan dengan penasihat keuangan masih berjalan. Dus, belum ada kepastian bahwa transaksi itu akan benar-benar terjadi.
Tujuan dari pengajuan rencana akuisisi itu adalah ekspansi bisnis BREN di Filipina.
Energy Development Corp. sendiri didukung oleh First Gen Corporation, jaringan konglomerasi energi baru-terbarukan di Filipina yang dikelola oleh Keluarga Lopez, Macquarie Asset Management, dan GIC Pte (Singapura). Sebelum November 2007, EDC merupakan perusahaan milik pemerintah Filipina, yang awalnya bernama Phillippine National Oil Company-Energy Development Corporation.
Dikutip dari situs web First Gen, EDC memiliki dan mengoperasikan 13 pembangkit listrik panas bumi terintegrasi di Leyte, Bicol, Negros Selatan, dan Cotabato Utara. Kapasitas terpasangnya mencapai 1.189,34 MW.
Berikut ini ketiga belas pembangkit listrik geotermal milik EDC:












