Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Profil Energy Development Corporation, Jadi Target Akuisisi BREN

Profil Energy Development Corporation, Jadi Target Akuisisi BREN
Energy Development Corporation (energy.com.ph)
Intinya Sih
  • PT Barito Renewables Energy Tbk mengajukan penawaran tidak mengikat senilai sekitar 5 miliar dolar AS atau lebih dari Rp90 triliun untuk mengakuisisi Energy Development Corporation (EDC).

  • EDC merupakan anak usaha First Gen Corporation yang fokus pada energi panas bumi dengan kapasitas terpasang total sekitar 1.480 MW.

  • Proses akuisisi masih tahap awal tanpa kesepakatan resmi, menunggu due diligence dan persetujuan pihak terkait.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Profil Energy Development Corporation (EDC) menjadi perhatian setelah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengajukan penawaran tidak mengikat (non-binding offer) untuk mengakuisisi perusahaan asal Filipina tersebut.

Berdasarkan keterbukaan informasi First Gen Corporation, nilai ekuitas yang ditawarkan mencapai sekitar 5 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp90 triliun.

EDC merupakan perusahaan energi terbarukan yang berfokus pada pembangkit listrik panas bumi. Perusahaan juga termasuk anak usaha First Gen Corporation, bagian dari grup First Philippine Holdings Corp.

Profil Energy Development Corporation

Dilansir laman perusahaan, Energy Development Corporation didirikan pada 1976 dengan nama PNOC-Energy Development Corporation di bawah Philippine National Oil Company (PNOC).

Saat itu, perusahaan mendapat mandat untuk mengeksplorasi dan mengembangkan sumber daya panas bumi Filipina. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan negara terhadap impor bahan bakar minyak.

Perusahaan kemudian melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) di Philippine Stock Exchange pada 2006. Setahun berselang, EDC resmi menjadi perusahaan swasta setelah 60 persen saham pengendalinya diakuisisi melalui Red Vulcan Holdings Corporation, kemudian berada di bawah First Gen.

Sejak bergabung dengan First Gen, EDC memperluas portofolio energi terbarukannya ke pembangkit listrik tenaga air, angin, dan surya. Meski demikian, panas bumi tetap menjadi bisnis inti perusahaan.

Salah satu produsen panas bumi terbesar di Filipina

Berdasarkan informasi perusahaan, EDC memiliki kapasitas terpasang energi terbarukan sekitar 1.480,19 megawatt (MW). Kapasitas tersebut mencakup sekitar 20 persen dari total kapasitas energi terbarukan terpasang di Filipina.

Porsi terbesar berasal dari pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan kapasitas sekitar 1.185,40 MW atau sekitar 61 persen dari total kapasitas panas bumi terpasang di Filipina.

Selain itu, perusahaan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga angin berkapasitas 150 MW, pembangkit listrik tenaga air 132,8 MW, serta pembangkit listrik tenaga surya sekitar 12 MW.

EDC mengoperasikan sejumlah lapangan panas bumi utama di Filipina, di antaranya Tongonan di Leyte, Bacon-Manito (BacMan), Palinpinon, Nasulo, dan Mt. Apo.

Perusahaan juga mengembangkan proyek energi panas bumi di luar Filipina, termasuk melalui kerja sama pengembangan proyek di Indonesia.

Ekspansi bisnis EDC ke energi terbarukan

Selain mengoperasikan pembangkit listrik, EDC menjalankan model bisnis yang terintegrasi. Perusahaan mengelola seluruh rantai bisnis panas bumi mulai dari eksplorasi, pengeboran sumur, pengembangan lapangan uap, hingga pengoperasian pembangkit listrik.

Dalam perjalanan usahanya, EDC memperluas bisnis ke sektor energi terbarukan lain. Pada 2008, perusahaan masuk ke bisnis pembangkit listrik tenaga air melalui akuisisi mayoritas Pantabangan-Masiway Hydropower Complex.

Setelah itu, EDC mengembangkan proyek tenaga angin Burgos Wind Project di Ilocos Norte yang mulai beroperasi pada 2014, disusul pembangkit listrik tenaga surya Burgos pada 2015 dan 2016.

Penawaran BREN masih berada pada tahap awal

First Gen mengonfirmasi PT Barito Renewables Energy Tbk telah menyampaikan penawaran indikatif dan tidak mengikat untuk mengakuisisi EDC. Nilai ekuitas yang ditawarkan mencapai sekitar 5 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp90 triliun.

Informasi tersebut disampaikan Corporate Secretary First Gen, Rachel R. Hernandez, dalam keterbukaan informasi kepada Philippine Stock Exchange, Rabu (15/7). Menurutnya, penawaran tersebut masih bergantung pada proses due diligence, penyusunan dokumen transaksi, serta persetujuan dari berbagai pihak terkait.

"Sampai saat ini, belum ada diskusi antara para pihak, belum ada kesepakatan yang ditandatangani, dan First Gen belum menunjuk penasihat untuk transaksi ini" ujar Hernandez.

Hingga kini, proses akuisisi masih berada pada tahap awal dan belum terdapat kesepakatan yang mengikat antara kedua perusahaan.

Apabila transaksi terealisasi, nilai perusahaan EDC termasuk utang diperkirakan dapat mencapai sekitar 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp126 triliun.

FAQ seputar profil Energy Development Corporation

Apa itu Energy Development Corporation (EDC)?

EDC adalah perusahaan energi terbarukan asal Filipina yang berfokus pada pembangkit listrik panas bumi.

Siapa pemilik Energy Development Corporation?

EDC merupakan anak usaha First Gen Corporation yang berada di bawah First Philippine Holdings Corp.

Berapa kapasitas pembangkit EDC?

EDC memiliki kapasitas energi terbarukan terpasang sekitar 1.480,19 MW.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More