Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Nippon Paint Ajukan Penawaran US$8,6 Miliar untuk Akuisisi Bisnis Cat

Nippon Paint Ajukan Penawaran US$8,6 Miliar untuk Akuisisi Bisnis Cat
Nippon Paint (tokopedia.com/Nippon Paint)
Intinya Sih
  • Nippon Paint mengajukan penawaran senilai sekitar US$8,55 miliar untuk mengakuisisi bisnis cat dekoratif AkzoNobel, namun proposal tersebut masih bersifat bersyarat dan tidak mengikat.
  • AkzoNobel menolak tawaran Nippon Paint karena dianggap undervalued dan tetap fokus pada rencana merger dengan Axalta yang diperkirakan memberi efisiensi biaya hingga US$600 juta.
  • Dewan direksi AkzoNobel tetap merekomendasikan merger dengan Axalta, sementara saham Nippon Paint turun 2,5% di tengah meningkatnya konsolidasi industri cat global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE – AkzoNobel mengungkapkan telah menerima beberapa proposal dari Nippon Paint untuk mengakuisisi bisnis cat dekoratifnya dengan valuasi mencapai €7,5 miliar (sekitar US$8,55 miliar).

Informasi tersebut disampaikan perusahaan pada Senin (13/7), sekitar satu bulan setelah Nippon Paint menarik tawaran bersama Sherwin-Williams untuk mengakuisisi seluruh AkzoNobel senilai €12,5 miliar.

Dikutip dari CNA dan Reuters, AkzoNobel menjelaskan bahwa seluruh proposal dari Nippon Paint masih bersifat bersyarat (conditional) dan tidak mengikat (non-binding). Perusahaan menegaskan bahwa perjanjian merger yang telah disepakati dengan Axalta membatasi AkzoNobel untuk melakukan pembahasan lebih lanjut dengan Nippon Paint terkait proposal tersebut.

Pada saat yang sama, Nippon Paint juga menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan yang diambil terkait kemungkinan akuisisi tersebut.

Pendekatan Nippon Paint pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg News pada Minggu (12/7).

Pada Mei lalu, AkzoNobel menolak tawaran Nippon Paint dan Sherwin-Williams untuk mengakuisisi seluruh perusahaan. Menurut AkzoNobel, penawaran tersebut tidak mencerminkan nilai wajar perusahaan, memiliki ketidakpastian terkait persetujuan regulator, serta mengharuskan pembagian aset perusahaan kepada dua calon pembeli.

Sebagai gantinya, AkzoNobel—produsen cat yang terkenal dengan merek Dulux— memilih melanjutkan rencana merger dengan produsen pelapis (coatings) asal Amerika Serikat, Axalta.

Dalam wawancara dengan Reuters pada 2025, Chief Executive Officer AkzoNobel Greg Poux-Guillaume mengatakan bahwa merger dengan Axalta diperkirakan menghasilkan efisiensi biaya hingga US$600 juta. Kombinasi kedua perusahaan juga akan memperkuat fokus perusahaan pada bisnis coatings, yang dinilai lebih tahan terhadap pelemahan daya beli konsumen dibandingkan bisnis cat dekoratif.

Poux-Guillaume juga dipastikan akan tetap menjabat sebagai CEO grup hasil merger tersebut.

AkzoNobel dan Axalta dijadwalkan menggelar rapat pemegang saham pada 5 Agustus untuk meminta persetujuan atas rencana merger.

Sementara itu, saham Nippon Paint ditutup melemah sekitar 2,5 persen pada perdagangan Senin siang di Jepang, menjadi sekitar 1.050 yen per saham.

AkzoNobel, kembali menegaskan bahwa dewan direksi tetap merekomendasikan merger dengan Axalta. Menurut perusahaan, proposal terbaru Nippon Paint masih memberikan valuasi yang jauh di bawah nilai sebenarnya dari bisnis cat dekoratif AkzoNobel.

Gelombang konsolidasi di industri cat global belakangan semakin meningkat seiring tekanan kenaikan biaya produksi, persaingan yang semakin ketat, serta ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan tarif impor yang diterapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More