Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Gandeng Kemenkes dan FOI, Tiktok Salurkan US$200 ribu ke Sektor Pangan

Gandeng Kemenkes dan FOI, Tiktok Salurkan US$200 ribu ke Sektor Pangan
Gandeng Kemenkes & FOI, Tiktok Salurkan US$200 ribu ke Sektor Pangan/Dok TikTok
Intinya Sih
Sisi Positif
  • TikTok menyalurkan dana US$200 ribu bersama Foodbank of Indonesia untuk menyediakan lebih dari 80.000 paket makanan bergizi bagi masyarakat rentan di seluruh Indonesia.
  • Kampanye 'Makan Dengan Makna' hasil kolaborasi TikTok dan Kemenkes diluncurkan guna mendorong pola konsumsi seimbang berbasis bahan pangan lokal sebagai bagian dari inisiatif global The Main Ingredient.
  • Data SKI 2023 menunjukkan 96,7% warga belum memenuhi anjuran konsumsi buah dan sayur, mendorong Kemenkes menggandeng kreator konten agar publik lebih sadar pentingnya gaya hidup sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE – Platform digital, TikTok, menggelontorkan dana US$200.000 atau setara Rp3,2 miliar guna turut memperkuat sektor pangan nasional melalui jalinan kemitraan dengan organisasi nirlaba Foodbank of Indonesia (FOI).

Inisiatif tersebut diwujudkan lewat penyediaan lebih dari 80.000 paket makanan bergizi bagi kalangan masyarakat rentan di seantero negeri. Peluncuran inisiatif taktis ini diumumkan di Jakarta pada Jumat (10/7).

TikTok turut memperkenalkan kampanye "Makan Dengan Makna" yang berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan sebagai implementasi domestik dari inisiatif global yang bertajuk The Main Ingredient. Kampanye ini digulirkan untuk memacu masyarakat agar menerapkan pola konsumsi seimbang berbasis kekayaan bahan pangan lokal.

Kemitraan ini dirasa kian mendesak menyusul rilis data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Hasil survei tersebut memaparkan fakta sekitar 96,7 persen masyarakat Indonesia berusia di atas lima tahun kedapatan belum memenuhi anjuran konsumsi buah dan sayur harian.

Menanggapi problem nasional tersebut, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengutarakan komplikasi penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di Tanah Air—seperti stroke, jantung, kanker, dan ginjal—amat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup.

Faktor utama mencakup tata cara konsumsi serta kurangnya aktivitas fisik saban hari. Mengingat kuatnya daya pikat media sosial kiwari, Budi secara khusus menggandeng para kreator konten untuk mengambil peran aktif dalam mengedukasi publik.

"Tolong bantu ubah perilaku makan masyarakat Indonesia menjadi lebih seimbang," ujar Budi melalui keterangan resmi yang dikutip Jumat (10/7).

Melalui kerja sama ini, TikTok berikhtiar melengkapi berbagai program edukasi kesehatan yang telah dicanangkan oleh pemerintah sebelumnya. Beberapa di antaranya meliputi gerakan Isi Piringku serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Head of Public Policy TikTok Indonesia, Noudhy Valdryno, mengemukakan saat ini jutaan unggahan telah tersebar luas melalui tagar populer seperti #KulinerIndonesia, #HidupSehat, #MakananSehat, dan #CemilanSehat. Fenomena ini mencerminkan tingginya animo masyarakat dalam memburu inspirasi resep, metode memasak, hingga langkah praktis berorientasi kesehatan melalui tayangan para kreator.

"Melalui Makan Dengan Makna, kami ingin memanfaatkan kekuatan penemuan (discovery) di TikTok untuk membantu masyarakat menemukan inspirasi hidup sehat yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Noudhy.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana

Related Articles

See More