Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Takeda Komitmen Investasi US$30 Juta Demi Bangun Ekosistem PODP di Indonesia

Takeda Komitmen Investasi US$30 Juta Demi Bangun Ekosistem PODP di Indonesia
Ilustrasi Logo Takeda/Dok Takeda
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Takeda berinvestasi US$30 juta dalam dua tahun untuk membangun ekosistem Produk Obat Derivat Plasma (PODP) dan jaringan bank plasma di Indonesia.
  • Kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan difokuskan pada pengembangan sistem pengumpulan plasma berkualitas tinggi serta penguatan kapasitas manufaktur PODP skala besar.
  • Bank plasma pertama ditargetkan beroperasi pada 2027, menciptakan lapangan kerja baru, transfer teknologi, dan memperkuat ketahanan kesehatan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE – Perusahaan biofarmasi Jepang, Takeda, resmi berkomitmen menanamkan investasi senilai US$30 juta atau lebih dari Rp500 miliar dalam jangka waktu dua tahun. Suntikan modal ini dialokasikan demi membangun ekosistem Produk Obat Derivat Plasma (PODP) melalui jaringan bank plasma di Indonesia.

Berdasarkan keterangan resmi yang dikutip Senin (13/7), proyek ini berfokus pada pembangunan sistem pengumpulan plasma berkualitas tinggi secara berkelanjutan serta penguatan kapasitas manufaktur PODP skala besar.

Takeda berkolaborasi langsung dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengevaluasi kelayakan model operasional pada tahap pengembangan awal, sebelum nantinya diperluas menjadi jaringan bank plasma nasional.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyambut baik kolaborasi ini sebagai momentum penting bagi ketahanan kesehatan domestik.

"Inisiatif ini mencerminkan komitmen pemerintah Indonesia membangun industri strategis di sektor kesehatan dan memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap pengobatan penting dan inovatif," ujar Budi.

Bank plasma pertama ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 di bawah jaringan global BioLife milik Takeda. Selama fasilitas fraksionasi plasma domestik masih dalam tahap pengkajian regulasi dan potensi teknisnya, plasma yang terkumpul akan diproses melalui rantai manufaktur global Takeda dengan tetap memprioritaskan kebutuhan pasar Indonesia.

Ekspansi ini diproyeksikan tidak hanya menyerap tenaga kerja baru seperti tenaga kesehatan dan teknisi laboratorium, tetapi juga mendorong transfer teknologi berteknologi tinggi.

President Plasma-Derived Therapies Takeda, Ramy Riad, menegaskan portofolio pengalaman global perusahaan akan diaplikasikan penuh dalam menjaga standar mutu pengolahan donor ini.

"Kami berharap pengalaman global Takeda dapat mendukung tujuan jangka panjang Indonesia dalam meningkatkan layanan kesehatan, menciptakan lapangan kerja berketerampilan tinggi, dan memperkuat ketersediaan layanan dan pengobatan yang menyelamatkan pasien,ā€ kata Ramy.

Dari sisi makroekonomi dan investasi, kerja sama ini membidik peluang besar di tengah tingginya permintaan global terhadap PODP. Saat ini, mayoritas negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, masih menghadapi tantangan berat dalam hal pemenuhan pasokan obat berbasis plasma akibat rendahnya tingkat diagnosis serta terbatasnya pemahaman medis atas kondisi terkait.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana

Related Articles

See More