Perkuat Bisnis, TRIS Kucurkan Rp20 M untuk Akuisisi 75% Saham Lifestyle Pratama

- PT Trisula International Tbk (TRIS) mengakuisisi 75% saham PT Lifestyle Pratama senilai Rp20 miliar melalui mekanisme kompensasi piutang untuk memperkuat dan mendiversifikasi bisnisnya.
- TRIS juga menjalankan program buyback saham senilai maksimal Rp15 miliar selama tiga bulan guna menjaga stabilitas harga dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
- Pada kuartal I 2026, TRIS mencatat penjualan Rp455,33 miliar atau naik 13% secara tahunan, didorong pertumbuhan ekspor sebesar 17% yang menunjukkan kinerja operasional tetap solid.
Jakarta FORTUNE – Emiten tekstil, PT Trisula International Tbk (TRIS) mengakuisisi 75 persen saham PT Lifestyle Pratama senilai Rp20 miliar. Aksi korporasi ini ditempuh untuk memperkuat dan mendiversifikasi usaha bisnis perseroan di tengah dinamika industri tekstil nasional.
Adapun, akuisisi saham PT Lifestyle Pratama itu dilakukan melalui mekanisme kompensasi piutang (set-off) dengan PT Inti Nusa Damai, perusahaan afiliasi perseroan.
Nilai transaksi tersebut setara sekitar 2,38 persen dari total ekuitas Perseroan, sehingga tidak tergolong sebagai transaksi material dan tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Direktur Utama Trisula International, Widjaya Djohan mengatakan akuisisi dilakukan sebagai bagian dari strategi diversifikasi untuk memperkuat sinergi bisnis sekaligus memperluas kapabilitas usaha. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan sumber pertumbuhan baru dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
"Kami berharap dapat memperkuat strategi jangka panjang Perseroan melalui aksi korporasi buyback dan akuisisi ini. Selain meningkatkan kinerja, kami juga percaya posisi TRIS di industri tekstil nasional akan semakin kokoh," kata Widjaya dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7).
Strategi ekspansi tersebut ditopang oleh kinerja operasional yang masih bertumbuh. Pada kuartal I 2026, TRIS membukukan penjualan sebesar Rp455,33 miliar, meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp402,34 miliar.
Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh pasar ekspor yang naik 17 persen secara tahunan menjadi Rp276,24 miliar, sementara sisanya berasal dari penjualan domestik.
Buyback Saham
Di saat sama, TRIS memperkuat nilai pemegang saham dan menjaga stabilitas harga di tengah volatilitas pasar melalui aksi pembelian kembali (buyback) saham.
TRIS mengalokasikan dana maksimal Rp15 miliar untuk membeli kembali hingga 94 juta saham atau sekitar 3 persen dari modal ditempatkan dan disetor. Program tersebut berlangsung selama tiga bulan, mulai 6 Juli hingga 5 Oktober 2026.
Perseroan menilai buyback tidak akan mengganggu kinerja operasional maupun profitabilitas. Berdasarkan proforma keuangan per 31 Maret 2026, laba tahun berjalan diproyeksikan tetap sebesar Rp17,23 miliar sebelum maupun sesudah buyback. Namun, berkurangnya jumlah saham beredar diperkirakan meningkatkan laba per saham (earnings per share/EPS) dari Rp5,57 menjadi Rp5,75.
Djohan mengatakan langkah tersebut mencerminkan optimisme manajemen terhadap prospek bisnis Perseroan.
"Kami meyakini prospek kinerja TRIS ke depan akan tetap positif. Sebagai pemain industri garmen dan tekstil terintegrasi, kami optimistis dengan strategi yang telah kami jalankan,” katanya.
Hal ini tercermin dari kinerja kuartal I-2026 yang mencatat pertumbuhan penjualan double digit, didominasi oleh pasar ekspor yang tumbuh 17 persen secara tahunan di tengah berbagai dinamika global.



















