- Tentukan total modal investasi
Cara Menentukan Position Sizing Saham, Lengkap dengan Rumus

Position sizing membantu investor mengatur alokasi dana tiap transaksi agar risiko dan potensi imbal hasil tetap seimbang dalam pengelolaan portofolio.
Langkah utama: menentukan modal total, batas risiko per transaksi, dan level stop loss, serta menghitung ukuran posisi berdasarkan rumus.
Contoh perhitungan menunjukkan bahwa dengan modal Rp50 juta dan batas risiko 1 persen, investor hanya boleh membeli maksimal 25 lot saham agar kerugian terkendali.
Menentukan instrumen investasi merupakan salah satu proses penting dalam menyusun portofolio. Namun, besaran dana yang dialokasikan pada setiap investasi juga perlu diperhatikan karena memengaruhi tingkat risiko dan potensi imbal hasil.
Di sinilah konsep position sizing berperan sebagai strategi manajemen risiko. Pendekatan ini membantu investor menentukan besaran alokasi dana pada setiap transaksi secara terukur, sehingga pengelolaan portofolio menjadi lebih disiplin dan efisien.
Lantas, bagaimana cara menentukan position sizing saham? Simak rumus hingga contoh perhitungannya di bawah ini.
Table of Content
Cara menentukan position sizing saham dengan tepat
Menentukan position sizing saham tidak hanya bergantung pada besarnya modal yang dimiliki. Investor juga perlu mempertimbangkan toleransi risiko, harga masuk, dan batas kerugian (stop loss) agar setiap transaksi tetap sesuai dengan strategi investasi.
Berikut langkah-langkah untuk menentukan position sizing saham dengan tepat:
Langkah pertama adalah mengetahui jumlah modal yang akan digunakan untuk berinvestasi. Nilai ini menjadi dasar dalam menghitung besaran dana yang dapat dialokasikan pada setiap transaksi.
- Tetapkan batas risiko per transaksi
Selanjutnya, tentukan persentase kerugian maksimum yang siap ditanggung dalam satu transaksi. Banyak investor menggunakan batas risiko sekitar 1–2 persen dari total modal untuk menjaga portofolio tetap terlindungi apabila terjadi pergerakan harga tidak sesuai harapan.
- Tentukan level stop loss
Tetapkan harga stop loss sebelum membeli saham. Level ini berfungsi sebagai batas kerugian sehingga membantu mengendalikan risiko apabila harga saham bergerak turun.
- Hitung ukuran posisi (position size)
Setelah mengetahui batas risiko dan stop loss, hitung jumlah saham yang dapat dibeli. Secara umum, rumus yang digunakan adalah:
Position size = Batas risiko per transaksi ÷ Risiko per saham
- Evaluasi dan lakukan penyesuaian
Position sizing bukan perhitungan yang bersifat tetap. Investor perlu mengevaluasi kembali ukuran posisi secara berkala sesuai perubahan nilai portofolio, kondisi pasar, maupun profil risiko agar strategi investasi tetap relevan.
Rumus position sizing saham
Position sizing adalah metode yang dipakai dalam menentukan besaran unit aset yang dapat dibeli atau dijual pada suatu transaksi tertentu berdasarkan modal yang ingin dirisikokan.
Pendekatan matematis ini mencakup tiga komponen penting yang menjadi bahan pertimbangan dalam mengukur posisi modal optimal pada aset yang ditargetkan.
- Modal total: Jumlah keseluruhan dana yang digunakan untuk berinvestasi
- Tingkat toleransi risiko: Persentase modal yang siap ditanggung risikonya dalam satu transaksi.
- Jarak stop loss: Selisih antara harga beli dan harga jual yang telah ditentukan demi membatasi risiko kerugian.
Salah satu metode yang paling banyak digunakan adalah Risk Based Position Sizing. Pendekatan ini menghitung ukuran posisi berdasarkan besarnya risiko yang telah ditetapkan per transaksi dan jarak stop loss.
Berikut rumus yang umum digunakan:
- Risiko per transaksi: Modal investasi x persentase modal yang siap dirisikokan
- Risiko per lembar saham: Harga beli saham - harga stop loss
- Jumlah saham maksimal: Risiko per transaksi ÷ risiko per lembar
Ingin memahami strategi manajemen risiko, alokasi aset, hingga teknik membangun portofolio lebih mendalam? Ikuti Fortune Investment Forum 2026 agar keputusan investasi yang lebih terukur.Fortune Investment Forum 2026 adalah forum investasi premium yang dirancang untuk membantu investor memahami tren ekonomi global dan menyusun strategi investasi dengan lebih terarah.
Selama satu hari penuh, Anda akan mempelajari strategi investasi lintas aset, mulai dari saham, fixed income, kripto dan aset digital, private capital, komoditas, hingga real assets untuk membantu mengambil keputusan investasi dengan lebih percaya diri.
Benefit yang didapatkan:
- Insight dari investor, ekonom, dan investment expert terkemuka
- Pembahasan tren ekonomi global serta peluang investasi lintas aset
- Networking dengan investor, profesional, dan pelaku industri
- Akses rekaman sesi hingga 10 hari (Regular Pass) atau 30 hari (VIP Pass)
- Langganan Majalah Fortune selama satu tahun
- Makan siang dan 2 kali coffee break
- Khusus VIP Pass: jalur registrasi eksklusif, tempat duduk premium di barisan depan, akses VIP Lounge, area makan siang eksklusif, serta sesi tanya jawab prioritas dengan para pembicara.
Daftar sekarang dan dapatkan tiket di sini: Fortune Indonesia Investment Forum 2026
Cara menghitung position sizing saham
Perhitungan position sizing saham dapat menggunakan metode persentase modal. Berikut langkah-langkah yang dapat diikuti dengan mudah.
- Menentukan total modal dan risiko maksimal
Langkah pertama adalah menentukan persentase maksimal dari modal yang sudah siap ditanggung risikonya dalam satu kali transaksi. Banyak investor profesional menggunakan aturan risiko 1 persen hingga 2 persen dari total modal.
- Menetapkan harga masuk dan harga stop loss
Lanjutkan dengan menentukan titik entry (beli) dan stop loss (batas jual rugi). Hitung selisih antara harga masuk dan harga stop loss. Hasilnya, posisi harga di mana Anda akan menjual saham apabila harga bergerak berlawanan dengan prediksi.
- Menghitung jumlah saham (lot) yang dapat dibeli
Terakhir, bagi jumlah dana siap ditanggung risiko dengan risiko per saham. Perhitungan ini akan menunjukkan jumlah saham atau lot yang harus dibeli.
Contoh perhitungan position sizing saham
Investor memiliki modal investasi sebesar Rp50.000.000 dan membatasi risiko kerugian maksimal 1 persen. Saham perusahaan XYZ yang ingin dibeli memiliki harga jual Rp2.000 per lembar. Bila investor memasang stop loss di level Rp1.800 per lembar, perhitungannya adalah:
Diketahui:
- Total modal investasi: Rp50.000.000
- Harga beli saham XYZ: Rp2.000 per lembar
- Harga stop loss saham XYZ: Rp1.800 per lembar
Risiko per transaksi
= Rp50.000.000 x 1 persen
= Rp500.000
Risiko per lembar saham
= Rp2.000 - Rp1.800
= Rp200 per lembar
Jumlah lembar saham maksimal
= Rp500.000 / Rp200
= 2.500 lembar saham
Jika dibagi ke dalam satuan lot (1 lot = 100 lembar), jumlahnya menjadi:
Jumlah lot maksimal
= 2.500 lembar saham / 100 lembar per lot
= 25 lot
Verifikasi risiko
= 2.500 lembar x (Rp2.000 - Rp1.800)
= 2.500 lembar x Rp200
= Rp500.000
Dengan modal investasi Rp50.000.000 dan toleransi risiko 1 persen, Anda hanya boleh membeli maksimal 25 lot saham XYZ. Kerugian Rp500.000 sudah sesuai dengan tingkat risiko yang dapat ditanggung dari transaksi tersebut.
Demikian cara menentukan position sizing saham yang dapat dijadikan panduan praktis. Melalui pendekatan ini, keputusan investasi dapat diambil lebih rasional dan berkelanjutan.
FAQ seputar cara menentukan position sizing saham
| Apa itu position sizing dalam trading? | Position sizing adalah metode yang menentukan seberapa besar ukuran posisi atau lot yang digunakan dalam satu transaksi berdasarkan risiko tertentu. |
| Apa saja komponen dasar dalam menentukan position sizing? | Ada tiga variabel yang perlu dihitung, yaitu modal total, risiko per transaksi, dan jarak stop loss. |
| Mengapa position sizing sangat penting? | Position sizing saham penting untuk dipertimbangkan untuk menghindari risiko bangkrut, membantu pengambilan keputusan tetap rasional, dan fokus pada tujuan jangka panjang. |









