Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Fed Jaga Suku Bunga, Laju IHSG Diproyeksi Sideways Hari Ini

Fed Jaga Suku Bunga, Laju IHSG Diproyeksi Sideways Hari Ini
IHSG saat menembus level 9.000, Rabu (14/1).
Intinya Sih
  • IHSG diproyeksikan bergerak sideways pada 6.050–6.200 setelah ditutup melemah 0,64 persen ke 6.091,39. Peluang rebound terbuka jika indeks bertahan di atas support, meski volatilitas tinggi.
  • Sentimen global dibayangi The Fed yang mempertahankan suku bunga 3,75 persen, konflik AS-Iran, dan lonjakan minyak Brent mendekati US$90 per barel, sehingga investor lebih berhati-hati.
  • Katalis domestik meliputi laporan keuangan emiten kuartal II 2026, penunjukan Gubernur BI definitif, serta penyesuaian portofolio menjelang perubahan indeks BEI. Saham pantauan mencakup BFIN, BRPT, TPIA, ADRO, CPIN, ITMG.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak sideways pada perdagangan Kamis (30/7), menurut BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS).

Technical Analyst BRIDS, Reza Diofanda, memperkirakan IHSG bergerak di antara support 6.050 dan resisten 6.200. Menurutnya, selama mampu bertahan di atas area support, peluang technical rebound masih terbuka.

"Meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi menjelang hasil FOMC," kata Reza dalam riset hariannya.

Pasar akan fokus pada pengumuman hasil FOMC The Fed, yang diperkirakan mempertahankan suku bunga. Perhatian utama mereka pun akan tertuju pada forward guidance mengenai arah kebijakan moneter ke depan.

Selain itu, investor juga akan mencermati perkembangan konflik Amerika Serikat dan Iran. Dari ranah domestik, musim rilis kinerja keuangan emiten pada kuartal-II 2026 diperkirakan akan menjadi katalis utama pergerakan saham dalam jangka pendek.

Saham-saham yang masuk pantauan tim BRIDS hari ini adalah BFIN, BRPT, dan TPIA.

Kemarin, IHSG ditutup melemah 0,64 persen ke level 6.091,39 di tengah meningkatnya kehati-hatian investor jelang hasil FOMC. Pelemahan dipicu aksi jual asing, tekanan pada saham sektor properti, serta kembali meningkatnya tensi gopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak menguat.

Di sisi domestik, pasar juga masih mencermati proses penunjukan Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif pascapengunduran diri Perry Warjiyo.

Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji, mengatakan, secara teknikal, pergerakan IHSG mengalami koreksi wajar dalam rangka membentuk formasi “wave 2”. Meskipun demikian, sejak pergerakan indeks saham telah menguji MA20 dengan membentuk pola spinning top candle, maka peluang terjadinya koreksi terbatas terbuka lebar.

Berdasarkan indikator, Stochastics K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif, namun volume mulai mengalami kenaikan. "Oleh sebab itu, proyeksi IHSG pada perdagangan hari ini, Kamis, 30 Juli 2026, diperkirakan berada dalam tekanan konsolidasi teknikal seiring meningkatnya sentimen risk-off dari global market," kata Nafan dalam risetnya.

Dari global, konflik AS–Iran kembali memanas sehingga membuat harga minyak Brent melonjak tajam mendekati US$90 per barel. Hal itu memunculkan kekhawatiran inflasi akan kembali meningkat sehingga ruang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga menjadi semakin terbatas.

Nafan mencatat, The Fed baru saja mempertahankan suku bunga di level 3,75 persen, namun keputusan tersebut diwarnai perbedaan voting oleh tiga anggota FOMC dari total 12 anggota hak suara, yang memilih kenaikan Fed Rate sebesar 25 bps, padahal perbedaan pandangan ini seharusnya jarang terjadi dalam voting FOMC.

Dengan demikian, para pelaku investor menilai bahwa sikap The Fed menjadi lebih hawkish dan memperhitungkan bahwa kemungkinan suku bunga tetap tinggi lebih lama, bahkan juga memperhitungkan bahwa peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 bps pada pertemuan September 2026 mendatang mulai terbuka lebar sehingga mendorong investor global menjadi lebih prudent terhadap emerging market.

Dari sisi domestik, memasuki akhir Juli ini, transaksi bursa akan diwarnai oleh aksi portfolio adjustment dan penyesuaian arus dana pasif dari para Manajer Investasi menjelang tanggal efektif perombakan konstituen indeks BEI per 3 Agustus 2026.

Daftar saham pantauan Mirae hari ini adalah ADRO, CPIN, dan ITMG.

Share Article
Editorial Team

Latest in Market

See More