Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Soal Proposal Akuisisi EDC, First Gen: Kami Tak Berencana Divestasi

2 min read
Soal Proposal Akuisisi EDC, First Gen: Kami Tak Berencana Divestasi
Salah satu fasilitas PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). (Dok. BREN)
  • First Gen Corporation menegaskan tidak berencana mendivestasikan Energy Development Corporation (EDC), meski PT Barito Renewables Energy Tbk mengajukan proposal akuisisi tanpa diminta.
  • Proposal BREN, yang sebelumnya dikonfirmasi pada Juli 2026, masih indikatif dan tidak mengikat; valuasi ekuitas EDC disebut melampaui US$5 miliar.
  • EDC merupakan kontributor utama energi terbarukan First Gen, berkapasitas sekitar 1.480 MW; grup menyiapkan hingga 160 miliar peso untuk proyek terbarukan selama lima tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Perusahaan energi raksasa asal Filipina, First Gen Corporation, buka suara terkait rencana melepas kepemilikan lini bisnis panas buminya, Energy Development Corporation (EDC), kepada PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

Corporate Secretary First Gen Corporation, Rachel R. Hernandez, melaporkan, di tengah pertumbuhan EDC, BREN mengajukan penawaran yang tidak diminta (unsolicited) untuk mengakuisisi BREN.

"Giles B. Puno selaku President & Chief Operating Officer First Gen menyatakan, First Gen tidak memiliki rencana untuk menjual EDC," katanya dalam keterbukaan informasi perusahaan, dikutip Rabu (23/9).

Sejalan dengan itu, First Gen menambahkan, selain BREN, tidak ada perusahaan asing lain yang berminat untuk mengakuisisi EDC.

Sebelum ini, pada Juli 2026, First Gen juga telah mengonfirmasi adanya penawaran dari BREN untuk mengambil alih EDC. Namun proposal tersebut masih bersifat indikatif dan tidak mengikat (non-binding).

Melalui keterbukaan informasi sebelumnya, First Gen juga menyatakan bahwa pengajuan akuisisi itu menghitung valuasi ekuitas EDC melampaui US$5 miliar. Sementara, nilai perusahaan yang mencakup utang bisa menyentuh sekitar US$7 miliar.

EDC sendiri merupakan salah satu penghasil energi geotermal atau panas bumi terbesar di Filipina. Lini bisnis itu adalah kontributor utama segmen energi terbarukan First Gen Corporation, sebuah perusahaang pembangkit listrik milik grup konglomerasi First Philippine Holdings Corp.

Perusahaan yang didirikan pada 1976 itu kini menjalankan beberapa lapangan panas bumi besar di Fiilipina, di antaranya: Bacon-Manito (BacMan), Leyte, Tongonan, Makiling-Banahaw (MakBan), dan Mt. Apo. Dikutip dari laporan EDC, perusahaan itu berkapasitas terpasang sekitar 1.480 megawatt energi terbarukan, yang bersumber dari pembangkit geotermal, hidro, surya, dan angin.

Perusahaan sendiri berencana mengalokasikan dana hingga sekitar 160 miliar PHP dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Dana itu akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek energi terbarukan grup.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More