Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Fokus Replanting, Astra Agro Siapkan Capex Rp1,4 Triliun di 2027

2 min read
Fokus Replanting, Astra Agro Siapkan Capex Rp1,4 Triliun di 2027
Hamparan Kebun Kelapa Sawit (dok. Astra Agro Lestari)
  • Astra Agro menyiapkan capex Rp1,3-Rp1,4 triliun pada 2027 dengan fokus utama mempercepat replanting tanaman kelapa sawit.

  • Luas replanting ditargetkan mencapai sekitar 8.000 hektare per tahun, hampir dua kali lipat dari rata-rata sebelumnya.

  • Pendapatan dan laba bersih semester I 2026 meningkat, sementara produksi CPO turun 2 persen secara tahunan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Emiten perkebunan, PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp1,3 hingga Rp1,4 triliun. Jumlah tersebut diperkirakan sama dengan capex tahun ini yang difokuskan untuk percepatan peremajaan tanaman kelapa sawit atau replanting guna menjaga produktivitas kebun dalam jangka panjang.

Direktur Keuangan Astra Agro Lestari, Tingning Suwignyo mengatakan replanting menjadi salah satu prioritas perseroan seiring meningkatnya tantangan produktivitas industri kelapa sawit.

Astra Agro berencana meningkatkan luasan replanting hingga sekitar 8.000 hektare per tahun, meningkat hampir dua kali lipat dari rata-rata sebelumnya sekitar 4.000-5.000 hektare.

“Prioritas utama kami adalah replanting. Kami melakukan percepatan replanting, nyaris double. Biasanya sekitar 4.000-5.000 hektare, sekarang kami menuju 8.000 hektare,” ujar Tingning dalam Astra Media Day di Jakarta, Rabu (23/9).

Perseroan menilai strategi tersebut penting mengingat sebagian tanaman sawit yang telah memasuki usia tua mulai berdampak terhadap produktivitas.

Selain replanting, alokasi belanja modal tahun depan juga akan diarahkan untuk penyediaan mesin dan peralatan yang digunakan dalam proses peremajaan tanaman.

Astra Agro saat ini mengelola sekitar 280.000 hektare lahan sawit melalui 41 anak perusahaan yang tersebar di Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi. Sekitar 46 persen lahan berada di Kalimantan, 37 persen di Sumatra, dan 17 persen di Sulawesi.

  1. Kinerja Semester I 2026

    Brondolan Sawit (1).JPG
    Brondolan Sawit (dok. Astra Agro Lestari)

    Astra Agro mencatat pendapatan Rp15,3 triliun pada semester I 2026, tumbuh 5,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan pendapatan juga diikuti dengan laba bersih perseroan yang meningkat 56,5 persen menjadi sekitar Rp571 miliar dari sebelumnya Rp365 miliar.

    Namun, dari sisi produksi, volume CPO pada semester I 2026 tercatat sekitar 588.000 ton, turun 2 persen secara tahunan. Sedangkan penjualan CPO dan produk turunannya justru meningkat 1,7 persen menjadi sekitar 898.000 ton.

    Tingning mengatakan tantangan produktivitas menjadi salah satu perhatian utama perseroan dalam menjalankan strategi bisnis ke depan. Karena itu, selain mempercepat replanting, Astra Agro juga mengandalkan hasil riset dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas tanaman.

    “Kalau bicara prospek industri CPO 2027, baik domestik maupun global, masih cukup kuat. Tetapi tantangannya lebih kepada produktivitas,” ujar Tingning.

Share Article
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More