Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Seluruh Segmen Bisnis Tumbuh, Pendapatan DRMA di Paruh-I Naik 14%

Seluruh Segmen Bisnis Tumbuh, Pendapatan DRMA di Paruh-I Naik 14%
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA). (Dok. DRMA)
Intinya Sih
  • DRMA membukukan pendapatan Rp3,16 triliun pada semester I 2026, naik 14% secara tahunan, sementara laba bersih meningkat menjadi Rp282,99 miliar dari Rp240,17 miliar.
  • Pertumbuhan terjadi di semua segmen: roda dua naik 7% menjadi Rp1,85 triliun, roda empat melonjak 36% menjadi Rp848 miliar, dan segmen lain naik 11%.
  • DRMA menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 10% tahun ini melalui peningkatan kapasitas pabrik serta pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan energi terbarukan lewat Dharma Connect.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mencatatkan pendapatan senilai Rp3,16 triliun pada semester-I 2026, naik 14 persen (YoY) dari Rp2,77 triliun.

Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso, mengatakan, pertumbuhan pendapatan terjadi merata di seluruh segmen bisnis. Sejalan dengan itu, laba bersih DRMA pun meningkat dari Rp240,17 miliar menjadi Rp282,99 miliar.

Kinerja pada periode itu membuat DRMA optimistis mampu mencapai target pertumbuhan yang telah ditetapkan. "Tahun ini, DRMA menargetkan kenaikan pendapatan double digit, yaitu sekitar 10 persen," kata Irianto dalam keterangan resmi, Rabu (29/7).

Untuk memastikan target tersebut dicapai, DRMA terus melakukan ekspansi. Salah satu langkahnya, dengan peningkatan kapasitas pabrik di wilayah Jababeka dan Bekasi, serta pengembangan produk-produk ekosistem kendaraan listrik (EV) melalui unit usaha Dharma Connect yang berfokus pada teknologi kendaraan listrik dan energi terbarukan.

Sebagai konteks, pendapatan segmen roda dua (2W) DRMA naik 7 persen (YoY) dari Rp1,73 triliun menjadi Rp1,85 triliun. Lalu pendapatan segmen roda empat (4W) tumbuh 36 persen (YoY) dari Rp622 miliar menjadi Rp848 miliar. Sementara itu, pendapatan segmen lain-lain naik 11 persen (YoY) dari Rp418 miliar menjadi Rp462 miliar.

Dharma Polimetal sendiri merupakan bagian dari Dharma Group, salah satu anak usaha Triputra Group. Perseroan bergerak di bidang usaha komponen otomotif untuk sepeda motor dan mobil.

Total aset perseroan mencapai Rp4,42 triliun pada akhir Juni 2026, naik dari Rp4,28 triliun pada penghujung 2025. Begitu juga dengan total liabilitas yang bertumbuh dari Rp1,35 triliun menjadi Rp1,55 triliun. Sementara itu, jumlah ekuitas perseroan menurun dari Rp2,93 triliun menjadi Rp2,88 triliun.

Harga saham DRMA terkoreksi 1,06 persen ke Rp930 pada perdagangan Rabu (29/7) pukul 15.43 WIB, setelah dibuka di harga Rp940.

Share Article
Editorial Team

Latest in Market

See More