Pasar Pantau Dinamika Geopolitik, IHSG Diproyeksi Melemah Lagi

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah kembali pada Senin (9/3), setelah ditutup terkoreksi 1,62 persen di level 7.585.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, saat ini, IHSG berpotensi untuk kembali menguji support pentingnya pada psikologis 7.500. Pola pergerakan IHSG masih menyerupai dead cat bounce, sehingga apabila support psikologis 7.500 kembali ditembus, maka koreksi berpotensi berlanjut lebih dalam.
"Pasar akan terus mencermati perkembangan konflik Timur Tengah yang berpengaruh terhadap harga komoditas sembari menungggu rilis beberapa data ekonomi domestik seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK)," kata Reza dalam riset hariannya.
Daftar saham yang masuk pantauan tim BRIDS hari ini adalah PTBA, ITMG, dan NCKL.
Pada perdagangan Jumat (6/3), IHSG kembali melemah sebesar dengan aksi jual investor asing sebesar Rp307M. Sentimen negatif datang dari konflik timur tengah yang mengakibatkan ketidakpastian global yang mengakibatkan kondisi risk off dan Fitch Ratings memangkas outlook atau prospek peringkat utang Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil.
Phintraco Sekuritas menyoroti pernyataan Presiden Trump yang menyebut tidak akan ada kesepakatan untuk mengakhiri perang AS-Iran tanpa “penyerahan tanpa syarat” dari Iran. Hal itu meningkatkan kecemasan investor bahwa perang akan berlangsung lebih lama dari perkiraan dan dampaknya terhadap gangguan pasokan minyak mentah berpotensi lebih lama dari estimasi sebelumnya.
Dikhawatirkan harga minyak akan berlanjut naik jika beberapa negara mengurangi atau menghentikan produksi minyaknya, meskipun Presiden Iran menyatakan tidak akan menyerang negara tetangganya lagi. "Serangan Israel terhadap depot minyak Iran (7/3) dikhawatirkan menambah faktor negatif," demikian dikutip dari riset harian tim Phintraco Sekuritas, Senin.
Data nonfarm payrolls AS turun menjadi 92.000 pada Februari 2026 dari 126.000 pada Januari. Tingkat pengangguran naik menjadi 4,4 persen dari 4,3 persen. Di tengah potensi meningkatnya inflasi karena kenaikan harga energi, data itu menimbulkan kekhawatiran akan potensi terjadinya stagflasi.
Pekan ini, investor akan mencermati data inflasi di AS dan Tiongkok. Dari domestik, akan dirilis data IKK, penjualan ritel, dan penjualan otomotif.
"IHSG diperkirakan kembali uji level 7.480. Jika tembus berpeluang menguji support berikutnya di 7.250-7.300," kata tim riset Phintraco Sekuritas.
Realisasi defisit APBN sebesar Rp135,7 triliun (0,53 persen dari PDB) di Februari 2026, lebih tinggi dari tahun lalu yang sebesar 0,13 persen. Realisasi pendapatan negara sebesar Rp358 triliun (11,4 persen dari target APBN 2026), meningkat dari Rp317,4 triliun pada Februari 2025. Realisasi belanja negara Rp493,8 triliun, naik 41,9 persen (YoY). Terutama didorong oleh program MBG, bansos, belanja pegawai, belanja kementerian/lembaga dan subsidi.
Saham-saham pilihan tim Phintraco Sekuritas hari ini, meliputi: WIIM, DOOH, NCKL, MEDC, BREN, dan TPIA.














