Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Bos Danantara Sebut Perminas Tak Akan Tumpang Tindih dengan MIND ID

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, pada cara opening ceremony Paviliun Indonesia di Davos, Swis
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, pada cara opening ceremony Paviliun Indonesia di Davos, Swis pada Rabu (21/01/2026). (IDN Times/Alya Achyarini)
Intinya sih...
  • Pembentukan Perminas tidak akan tumpang tindih dengan MIND ID dalam ekosistem tambang nasional.
  • MIND ID berperan sebagai holding company yang menaungi berbagai komoditas strategis.
  • Danantara masih menunggu keputusan pasti terkait pengelolaan tambang emas Martabe.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, memastikan pembentukan perusahaan baru bernama Perminas tidak akan menimbulkan tumpang tindih kewenangan dengan holding BUMN Pertambangan, Mining Industry Indonesia (MIND ID).

Rosan menegaskan kedua entitas tersebut memiliki mandat dan spesialisasi yang berbeda dalam ekosistem pertambangan nasional.

Menurutnya, MIND ID tetap menjalankan fungsinya sebagai holding company yang mengelola portofolio perusahaan tambang yang telah mapan. Ini mencakup pengelolaan komoditas utama melalui PT Bukit Asam Tbk (batu bara), Inalum (aluminium), PT Aneka Tambang Tbk (nikel dan emas), hingga PT Freeport Indonesia (tembaga dan emas).

“MIND ID itu holding company,” ujar Rosan saat ditemui di Jakarta, Jumat (30/1).

Berbeda dari MIND ID, Perminas—yang dibentuk pemerintah di bawah naungan Danantara—dirancang khusus mengelola potensi mineral yang belum tergarap optimal, yakni logam tanah jarang atau rare earth. Komoditas ini dipandang strategis sebagai tulang punggung industri masa depan, termasuk untuk bahan baku baterai, kendaraan listrik, dan teknologi tinggi.

“Setiap perusahaan punya spesialisasi yang beda,” ujar Rosan, menepis kekhawatiran mengenai dualisme pengelolaan.

Dalam kesempatan tersebut, Rosan turut merespons isu yang beredar mengenai rencana Danantara mengambil alih tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, dari PT Agincourt Resources.

Terkait hal ini, Rosan menyatakan posisinya masih menunggu, sehingga belum ada keputusan final yang dapat disampaikan kepada publik. Ia menekankan proses tersebut saat ini tidak berada di tangan Danantara.

“Pada dasarnya kami selalu siap, tapi posisi kami masih menunggu,” ujarnya.

Saat didesak kembali mengenai kepastian akuisisi tersebut, Rosan memilih jawaban yang sama.

“Posisi kami sekarang menunggu saja,” katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More

Bos Danantara Sebut Perminas Tak Akan Tumpang Tindih dengan MIND ID

30 Jan 2026, 15:48 WIBNews