Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Purbaya Akan Dorong Perekonomian ke 6 Persen dengan Berbagai Cara

JML_3889.jpg
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Herka Yanis)
Intinya sih...
  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tembus 6 persen.
  • Pertumbuhan ekonomi saat ini berkisar 5,12–5,04 persen dan berpotensi meningkat hingga sekitar 5,45 persen atau lebih tinggi.
  • Purbaya menargetkan Indonesia bisa keluar dari jebakan pendapatan menengah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, berkeyakinan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat menembus 6 persen. Dasarnya adalah kondisi inflasi yang masih terkendali, serta ruang kebijakan yang dinilai masih sangat longgar, baik dari sisi fiskal maupun moneter.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia sekarang yang berkisar 5,12–5,04 persen berpotensi naik hingga mencapai sekitar 5,45 persen atau bahkan lebih tinggi. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan perekonomian domestik mulai keluar dari stagnasi zona 5 persen.

“Saya akan mendorong ekonomi tahun ini ke arah 6 persen dengan berbagai cara,” kata Purbaya dalam acara Tirto Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026, Selasa (27/1).

Purbaya mengaku sempat merasa khawatir ketika perekonomian tumbuh di atas 5 persen. Dalihnya, kondisi tersebut berpotensi memicu inflasi dan mendorong Bank Indonesia menaikkan suku bunga. Namun, data terbaru justru menunjukkan sebaliknya.

Inflasi inti masih berada pada level sekitar 2,3 persen. Bahkan, jika harga emas dikeluarkan dari perhitungan, inflasi hanya sekitar 1,5 persen. Angka ini mencerminkan permintaan domestik belum sepenuhnya panas.

“Artinya demand kita masih relatif rendah. Belum ada demand full inflation. Jadi, saya punya ruang untuk mendorong ekonomi lebih cepat lagi tanpa khawatir suku bunga naik signifikan,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, Purbaya menilai percepatan pertumbuhan ekonomi masih bisa dilakukan tanpa memicu pengetatan moneter berlebihan. Ia juga menyatakan Bank Indonesia telah mengakui potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia 6,2 persen.

“Buat saya itu OK. Saya bisa dorong ke sana tanpa gangguan perlambatan akibat kenaikan suku bunga,” ujarnya.

Purbaya menilai momentum saat ini sangat menentukan. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV tahun lalu dan triwulan I tahun ini yang berpotensi menyentuh 5,5 persen menjadi sinyal kuat bahwa perekonomian Indonesia mulai melakukan breakout dari jebakan pertumbuhan moderat.

Jika pertumbuhan 6 persen tercapai, menurutnya, Indonesia akan memasuki fase akselerasi baru yang membuka peluang pertumbuhan lebih tinggi pada tahun-tahun berikutnya.

Purbaya menegaskan pendekatannya dalam mengelola perekonomian tidak bersifat spekulatif.

“Ekonomi bukan ilmu yang random. Kalau teorinya benar, kepastian ada di tangan kita,” katanya.

Ia mengingatkan keterlibatannya dalam pengambilan keputusan besar pada berbagai periode krisis, mulai dari 2008, 2013, 2015, hingga 2021. Pengalaman itu, menurutnya, membuat ia memahami betul perilaku ekonomi Indonesia.

Ke depan, Purbaya menargetkan Indonesia bisa keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap) melalui akselerasi pertumbuhan ekonomi secara bertahap—menuju 6 persen tahun ini, dan bahkan 7 persen pada tahun berikutnya.

Selain stimulus fiskal, pemerintah juga akan memperkuat iklim investasi melalui berbagai kebijakan pendukung, termasuk perbaikan insentif dan penyesuaian kebijakan pembiayaan.

“Saya tidak main-main. Ekonomi kita akan tumbuh lebih cepat, pelan-pelan tapi pasti,” ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More

LPDP Tahap 1 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

27 Jan 2026, 17:25 WIBNews