Danantara Berencana Kucurkan US$14 Miliar Tahun Ini dari Dividen BUMN

- Danantara Indonesia akan menginvestasikan US$14 miliar tahun ini dari dana dividen BUMN.
- Mereka juga berencana menerbitkan Patriot Bond jilid kedua.
- Ada sejumlah prioritas investasi selama 12-24 bulan ke depan.
Jakarta, FORTUNE - Danantara memproyeksikan realisasi investasi sebesar US$14 miliar atau lebih dari Rp235 triliun sepanjang tahun ini. Dana jumbo yang bersumber dari dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut akan dialokasikan untuk membiayai berbagai proyek strategis.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, mengungkapkan angka ini menunjukkan peningkatan komitmen yang signifikan ketimbang periode sebelumnya.
“Tahun lalu kami sudah berkomitmen sekitar US$8 miliar, tetapi tahun ini mencapai US$14 miliar yang harus kami alokasikan,” ujar Pandu kepada Reuters di sela-sela perhelatan World Economic Forum (WEF) 2026, Jumat (23/1).
Terkait arah kebijakan investasi, Pandu memaparkan prioritas Danantara dalam 12 hingga 24 bulan ke depan akan menyasar sektor-sektor kunci. Fokus utamanya meliputi energi terbarukan dan transisi energi, infrastruktur digital, layanan kesehatan, serta ketahanan pangan.
Lembaga pengelola investasi ini berencana membagi alokasi modalnya di pasar publik dan swasta. Sekitar separuh dari total investasi tahun ini dijadwalkan masuk ke pasar publik, dengan mayoritas penempatan di Indonesia.
Kendati fokus di dalam negeri, Danantara juga tengah mengevaluasi peluang ekspansi di sejumlah negara Asia dan Eropa, mencakup Cina, India, Jepang, dan Korea Selatan.
Guna menopang struktur pendanaan, Danantara juga telah menerbitkan instrumen surat utang. Pandu mengungkapkan rencana penerbitan Patriot Bond jilid kedua dalam satu hingga dua bulan mendatang.
Meski nilai emisi berikutnya diperkirakan lebih kecil dan bergantung pada minat pasar, target investornya kini lebih spesifik. Laporan Bloomberg menunjukkan penjualan obligasi tersebut akan membidik para pengusaha sektor kelapa sawit serta kalangan elite bisnis yang belum berpartisipasi dalam pembelian Patriot Bond perdana.
Pada 2025, Danantara mengantongi dana Patriot Bond senilai kurang lebih Rp50 triliun. Dana tersebut diposisikan sebagai solusi pembiayaan bagi proyek-proyek berkelanjutan.
Dari sisi kredibilitas finansial, Pandu menyebut institusinya telah mengantongi peringkat kredit BBB dari lembaga pemeringkat internasional, Fitch.
Selain itu, Danantara telah menjalin kemitraan strategis senilai sekitar US$45 miliar dengan sejumlah sovereign wealth fund (SWF) global, termasuk kesepakatan yang sebelumnya telah diumumkan bersama Qatar.
Sebagai konteks, Danantara resmi diluncurkan pada Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto dengan modal awal US$20 miliar untuk menginisiasi 20 proyek strategis. Mandat utama lembaga ini adalah mengelola aset negara secara profesional dan transparan, sekaligus mengakselerasi transformasi ekonomi serta memperkuat daya saing Indonesia.


















