Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Daftar Saham yang Dilepas Investor Asing Sepanjang 2026

Daftar Saham yang Dilepas Investor Asing Sepanjang 2026
ilustrasi saham (pexels.com/iam hogir)
Intinya Sih
  • Sepanjang 2026, investor asing mencatat net sell Rp72,22 triliun di pasar saham Indonesia.

  • Saham BBCA menjadi yang paling banyak dilepas dengan nilai jual bersih Rp32,44 triliun, disusul BMRI dan BBRI.

  • Tekanan jual dipicu sentimen global seperti konflik geopolitik dan suku bunga tinggi AS, serta faktor domestik seperti pelemahan rupiah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Arus dana asing masih terus keluar dari pasar saham Indonesia sepanjang 2026. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) Rp72,22 triliun di pasar reguler hingga awal Juni ini.

Di tengah pelemahan IHSG yang telah terkoreksi lebih dari 38 persen sejak awal tahun, saham-saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran utama pelepasan investor asing.

Sektor perbankan mendominasi daftar saham yang dilepas investor asing sepanjang 2026 dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat nilai net sell terbesar.

Table of Content

BBCA jadi saham paling banyak dijual asing

BBCA jadi saham paling banyak dijual asing

Berdasarkan data perdagangan hingga 8 Juni 2026, BBCA menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing. Nilai jual bersih BBCA mencapai Rp32,44 triliun.

Tekanan jual tersebut turut menekan harga saham BBCA yang telah turun 38,58 persen sepanjang tahun berjalan ke level Rp4.960 per saham.

Setelah BBCA, saham perbankan lain juga masuk dalam daftar teratas. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat net sell Rp10,89 triliun, disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp9,68 triliun.

Berikut daftar 10 saham yang dilepas investor asing sepanjang 2026 berdasarkan nilai net sell:

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) — Rp32,44 triliun
  2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) — Rp10,89 triliun
  3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) — Rp9,68 triliun
  4. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) — Rp8,42 triliun
  5. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) — Rp4,88 triliun
  6. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) — Rp3,70 triliun
  7. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) — Rp3,64 triliun
  8. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) — Rp2,74 triliun
  9. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) — Rp1,58 triliun
  10. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) — Rp1,53 triliun.

Faktor yang mendorong arus keluar dana asing

Pergerakan investor asing sepanjang tahun ini dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik. Dari eksternal, konflik geopolitik di Timur Tengah yang memanas hingga berdampak pada jalur perdagangan energi global meningkatkan sikap risk-off investor.

Di saat yang sama, ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama di Amerika Serikat turut mendorong perpindahan dana ke aset aman.

Dalam pasar domestik, pelemahan rupiah menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar. Nilai tukar rupiah pada 8 Juni 2026 tercatat berada di sekitar Rp18.168 per dolar AS.

Selain itu, cadangan devisa Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar 144,9 miliar dolar AS, level terendah dalam hampir dua tahun. Kondisi tersebut menambah kehati-hatian investor terhadap aset berisiko di pasar domestik.

Sentimen lain datang dari revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK) yang memunculkan persepsi pasar terkait independensi regulator keuangan.

Baca Juga: Kenapa IHSG Turun? Ini 6 Faktor Penyebabnya

Baca Juga: Jadwal Cum Date Dividen Juni 2026, dari INTP hingga KLBF

Aksi jual asing berlanjut pada perdagangan terbaru

Tekanan jual investor asing belum mereda pada perdagangan Senin (8/6). Berdasarkan data pasar reguler, investor asing kembali membukukan net sell Rp587,21 miliar.

BBCA kembali menjadi saham dengan tekanan jual terbesar mencapai Rp489,11 miliar. Saham ini ditutup melemah 4,44 persen ke level Rp4.850 per saham.

Selain BBCA, saham yang paling banyak dilepas investor asing pada perdagangan Senin (8/6) antara lain:

  • BBRI Rp298,48 miliar
  • TLKM Rp135,95 miliar
  • ANTM Rp132,68 miliar
  • AMMN Rp77,59 miliar
  • MDKA Rp31,50 miliar
  • ITMG Rp30,84 miliar
  • BREN Rp29,34 miliar
  • PSAB Rp25,05 miliar
  • CUAN Rp24,41 miliar

Data perdagangan menunjukkan aksi jual tidak hanya terjadi pada saham siklikal, tetapi juga merambah saham-saham yang selama ini menjadi representasi utama pasar saham Indonesia.

Pada hari yang sama, IHSG ditutup turun 252,64 poin atau 4,52 persen ke level 5.342,13. Secara intraday, indeks bahkan sempat menyentuh level 5.317,91.

Sejumlah saham masih mencatat net buy asing

Di tengah derasnya arus keluar dana asing, sejumlah saham masih menarik minat investor global. Hingga 8 Juni 2026, saham dengan nilai net buy terbesar sepanjang tahun ditempati PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebesar Rp2,31 triliun.

Posisi berikutnya diisi PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp2,15 triliun dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp2,11 triliun.

Sementara pada perdagangan Senin (8/6), saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi incaran utama investor asing dengan net buy Rp258,36 miliar. Sejalan dengan itu, saham TPIA melonjak 22,99 persen dan ditutup di level Rp1.605 per saham.

Selain TPIA, investor asing juga mencatat pembelian bersih pada BUMI, BBNI, DEWA, BIPI, BRMS, INDF, BUVA, BULL, dan PTRO.

FAQ seputar saham yang dilepas investor asing sepanjang 2026

Apa saham yang paling banyak dilepas investor asing sepanjang 2026?

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan net sell terbesar, mencapai Rp32,44 triliun.

Berapa total net sell investor asing di pasar reguler sepanjang 2026?

Hingga awal Juni 2026, investor asing mencatat net sell Rp72,22 triliun di pasar reguler.

Mengapa investor asing banyak menjual saham Indonesia?

Aksi jual dipengaruhi kombinasi sentimen global, pelemahan rupiah, penurunan cadangan devisa, dan faktor domestik lainnya.

Saham apa yang paling banyak dibeli investor asing sepanjang 2026?

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatat net buy terbesar dengan nilai Rp2,31 triliun.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ana Widiawati
EditorAna Widiawati

Related Articles

See More