Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Masih Dibayangi Sentimen The Fed, IHSG Diprediksi Melemah Terbatas

Masih Dibayangi Sentimen The Fed, IHSG Diprediksi Melemah Terbatas
Ilustrasi perdagangan di bursa saham. (Fortune Indonesia/Tanayastri Dini)
Intinya Sih
  • IHSG diproyeksikan melemah terbatas setelah turun 0,89 persen ke 6.130,59, dengan support 6.100-6.040 dan resistensi 6.200-6.268 menurut BRIDS.
  • Pasar menanti keputusan FOMC The Fed dan panduan arah suku bunga, yang berpotensi menentukan sentimen global serta arus modal asing ke pasar berkembang.
  • De-eskalasi konflik AS-Iran dan harapan laporan keuangan emiten semester I-2026 menopang pasar, sementara ketidakpastian pasca pengunduran diri Gubernur BI membatasi penguatan IHSG.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada Rabu (29/7), setelah ditutup koreksi 0,89 persen ke level 6.130,59.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, secara teknikal, IHSG masih akan bergerak terbatas dengan bias melemah di kisaran support 6.100-6.040 dan resisten 6.200-6.268.

"Area support tersebut menjadi level penting untuk menjaga peluang technical rebound dalam jangka pendek," kata Reza dalam riset hariannya.

Pasar akan fokus pada hasil FOMC The Fed, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di level 3,75 persen. Namun, perhatian utama pasar juga tertuju pada forward guidance terkait arah suku bunga berikutnya. Itu akan menjadi penentu sentimen pasar global dan pergerakn arus modal asing ke emerging markets.

Saham-saham pilihan tim BRIDS hari ini adalah TAPG, KOTA, dan BACH.

Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai, secara teknikal, pergerakan IHSG mengalami koreksi wajar dalam rangka membentuk formasi “wave 2”. Berdasarkan indikator, Stochastics K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif, didukung penurunan volume.

"Secara garis besar, proyeksi IHSG pada Rabu, 29 Juli 2026 diperkirakan bergerak secara variatif sehingga peluang terjadinya pelemahan terbatas sangat terbuka lebar," kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta.

De-eskalasi konflik antara AS dengan Iran di kawasan Timur Tengah merupakan katalis positif bagi market secara keseluruhan. Penurunan harga minyak dunia meredakan kekhawatiran inflasi dan meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko.

Para pelaku investor global kini berfokus dan bersikap cautiously optimistic menjelang pengumuman Fed Rate pada Kamis dini hari. Apabila tidak terdapat kejutan hawkish, maka hal itu juga bisa memberikan sentimen positif bagi market secara keseluruhan pasca penetapan Fed Rate bulan ini.

Dari sisi domestik, para pelaku pasar sebenarnya masih menghadapi ketidakpastian terkait dengan pasca pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) sehingga masih dapat membatasi penguatan IHSG sampai pasar memperoleh kejelasan mengenai arah kebijakan moneter dan calon pengganti Gubernur BI yang baru.

"Meski demikian, ekspektasi terhadap penantian publikasi kinerja keuangan berbagai emiten sepanjang semester I-2026 bisa menjadi penahan sentimen negatif dan memberikan peluang aksi bargain hunting pada saham yang memiliki fundamental solid," kata Nafan.

Saham-saham pilihan Mirae Asset hari ini mencakup: EXCL, SMRA, dan TINS.

Share Article
Editorial Team

Latest in Market

See More