Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

The Fed Tahan Suku Bunga, Tiga Anggota Usul Kenaikan

The Fed Tahan Suku Bunga, Tiga Anggota Usul Kenaikan
ilustrasi Federal Reserve (pexels.com/Karola G)
Intinya Sih
  • The Fed menahan suku bunga acuan di 3,50-3,75 persen melalui suara 9 banding 3, karena ekonomi tetap solid sementara inflasi masih di atas target 2 persen.

  • Tiga anggota FOMC mengusulkan kenaikan 25 basis poin akibat tekanan inflasi. Perbedaan ini menjadi pertama sejak September 2016.

  • P memperkirakan peluang kenaikan September sekitar 64 persen dan yield Treasury meningkat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) kembali menahan suku bunga acuannya dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 29 Juli 2026 waktu setempat. Keputusan itu diambil melalui pemungutan suara 9 banding 3, menandai munculnya tiga suara berbeda dalam komite mengenai arah kebijakan moneter.

The Fed menyebut aktivitas ekonomi masih tumbuh meski ketidakpastian tetap tinggi akibat berbagai faktor, termasuk konflik di Timur Tengah. Di sisi lain, inflasi masih berada di atas target 2 persen, sehingga bank sentral berkomitmen menjaga stabilitas harga.

The Fed mempertahankan suku bunga

FOMC mempertahankan target suku bunga federal funds rate di kisaran 3,50-3,75 persen. Menurut pernyataan resmi The Fed, keputusan tersebut diambil untuk mendukung mandat ganda bank sentral, yakni menjaga stabilitas harga dan mendukung kondisi ketenagakerjaan.

The Fed menyatakan pertumbuhan ekonomi masih berlangsung dengan laju yang solid. Produktivitas dan investasi modal tetap kuat, sementara penambahan lapangan kerja masih sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja dan tingkat pengangguran relatif stabil. Namun, inflasi dinilai masih berada di atas sasaran 2 persen.

"Inflasi masih berada pada tingkat yang tinggi dibandingkan target Komite sebesar 2 persen, sebagian karena guncangan pasokan yang telah mendorong kenaikan harga di sejumlah sektor, termasuk energi. Komite akan memastikan stabilitas harga," ujar The Fed, dikutip Kamis (30/7).

Tiga anggota FOMC menginginkan kenaikan suku bunga

Keputusan The Fed tidak disepakati secara bulat. Tiga anggota FOMC, yakni Presiden The Fed Cleveland Beth M. Hammack, Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari, dan Presiden The Fed Dallas Lorie K. Logan, mengusulkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin karena tekanan inflasi masih tinggi.

Perbedaan pendapat dari tiga anggota sekaligus ini pertama kali terjadi sejak September 2016. Namun, mayoritas anggota FOMC tetap memilih mempertahankan suku bunga sambil memantau perkembangan data ekonomi.

Ketua The Fed tidak lagi memberikan sinyal kebijakan

Dalam konferensi pers setelah rapat, Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bank sentral tidak lagi mengandalkan forward guidance atau petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga pada pertemuan berikutnya.

"Saya memahami keinginan untuk mendapatkan proyeksi dan komentar dari Komite ini. Namun, dari sisi kami, kami perlu mengamati reaksi pasar terhadap berbagai perkembangan secara langsung dan tanpa penyaringan," ujar Warsh, Rabu (29/7).

Ia menambahkan, FOMC tidak akan ragu mengambil langkah yang diperlukan karena setiap keputusan memiliki dampak besar. Kebijakan akan tetap didasarkan pada perkembangan kondisi ekonomi dan data terkini, bukan proyeksi atau ekspektasi pasar.

Selain inflasi, Warsh menyoroti peningkatan investasi bisnis, khususnya pada sektor teknologi dan akal imitasi (AI). Sekotor tersebut dinilai berkontribusi terhadap produktivitas, tetapi juga memengaruhi dinamika harga pada sejumlah sektor.

Pasar mulai memperkirakan peluang kenaikan suku bunga

Meski The Fed mempertahankan suku bunga, pelaku pasar mulai memperkirakan peluang kenaikan suku bunga. Data FedWatch Tool CME Group menunjukkan peluang tersebut pada September bisa mencapai sekitar 64 persen.

Setelah pengumuman FOMC, imbal hasil obligasi pemerintah AS juga mengalami kenaikan. Yield Treasury tenor 30 tahun menembus 5,2 persen, sedangkan yield tenor 10 tahun naik menjadi sekitar 4,68 persen.

Sementara itu, data inflasi AS pada Juni sempat menunjukkan perlambatan. Namun, kembali meningkatnya harga energi akibat konflik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang diperhatikan The Fed dalam mengevaluasi tekanan inflasi ke depan.

Keputusan mempertahankan suku bunga juga memperpanjang periode kebijakan yang tidak berubah sepanjang 2026. Sebelumnya, The Fed memangkas suku bunga tiga kali pada September, Oktober, dan Desember 2025 sebelum mempertahankannya hingga rapat Juli 2026.

FAQ seputar The Fed tahan suku bunga

Mengapa The Fed menahan suku bunga?

Karena ekonomi masih tumbuh solid, tetapi inflasi tetap berada di atas target 2 persen.

Berapa suku bunga acuan The Fed saat ini?

The Fed mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50-3,75 persen.

Mengapa ada tiga anggota FOMC yang berbeda pendapat?

Mereka mengusulkan kenaikan 25 basis poin karena menilai inflasi masih tinggi.

Apa itu forward guidance?

Forward guidance adalah petunjuk bank sentral mengenai arah kebijakan moneter pada periode mendatang.

Share Article
Editorial Team

Latest in Market

See More