Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Sinyal Hawkish The Fed Tekan Bitcoin, Pelaku Pasar Pesimistis

Sinyal Hawkish The Fed Tekan Bitcoin, Pelaku Pasar Pesimistis
ilustrasi Bitcoin (Unsplash/Kanchanara)
Intinya Sih
  • Sikap hawkish The Fed di bawah Kevin Warsh menekan sentimen pasar kripto, membuat ekspektasi pelonggaran moneter menurun dan kekhawatiran terhadap prospek jangka pendek Bitcoin serta Ethereum meningkat.
  • Harga Bitcoin dan Ethereum terkoreksi sekitar 5 persen pascarapat FOMC, sementara mayoritas pelaku pasar kini memperkirakan tidak ada penurunan suku bunga hingga 2026 bahkan potensi kenaikan di akhir tahun.
  • Investor semakin fokus pada arah kebijakan Federal Reserve karena dianggap lebih berpengaruh terhadap pergerakan aset digital dibandingkan faktor geopolitik atau perkembangan industri kripto.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Sentimen pasar kripto kembali tertekan setelah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pertama yang dipimpin Ketua Federal Reserve Kevin Warsh. Sikap bank sentral Amerika Serikat yang dinilai masih hawkish membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi terhadap pelonggaran moneter dan mendorong meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek aset kripto dalam jangka pendek.

Tekanan tersebut tercermin dari pelemahan harga Bitcoin dan Ethereum serta perubahan ekspektasi para trader di pasar prediksi. Investor kini semakin yakin bahwa peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat semakin kecil, bahkan sebagian mulai memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir tahun.

Mengutip Yahoo Finance, Jumat (19/6), harga Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) masing-masing terkoreksi sekitar 5 persen dalam 24 jam setelah hasil rapat FOMC diumumkan. Berdasarkan data CoinMarketCap pada Jumat pagi pukul 10.05 WIB, Bitcoin tercatat turun 2,5 persen dan melemah 0,98 persen dalam sepekan terakhir ke level US$62.886 atau sekitar Rp1,11 miliar.

Meski The Fed mempertahankan suku bunga acuannya, pasar mulai mengubah pandangan terhadap arah kebijakan moneter ke depan. Berdasarkan ekspektasi trader, peluang pemangkasan suku bunga pada tahun ini semakin menipis. Bahkan, sekitar 80 persen pelaku pasar memperkirakan tidak akan ada penurunan suku bunga sepanjang 2026.

Data CME FedWatch juga menunjukkan sebagian pelaku pasar mulai mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir tahun, sebuah skenario yang berpotensi mengurangi minat terhadap aset berisiko seperti kripto.

Perubahan sentimen tersebut turut tercermin dalam pasar prediksi yang mengukur arah pergerakan harga aset digital. Peluang Bitcoin mengalami penurunan lebih lanjut meningkat signifikan dalam 24 jam terakhir, melampaui laju koreksi yang terjadi pada harga aset itu sendiri.

Saat ini, pasar memperkirakan Bitcoin memiliki peluang hampir 72 persen untuk turun ke level US$55.000 sebelum mampu bergerak menuju target kenaikan berikutnya di kisaran US$84.000.

Kepada Decrypt, analis Bitfire Research menilai harga Bitcoin saat ini masih berada pada kategori “high value”, meskipun tekanan jangka pendek terus meningkat.

Pandangan yang lebih konservatif juga terlihat pada Ethereum. Pelaku pasar kini lebih yakin bahwa aset kripto terbesar kedua tersebut akan bergerak menuju level US$1.500 dibandingkan naik ke US$3.000.

Probabilitas Ethereum mencapai US$1.500 tercatat sekitar 83 persen, meningkat sekitar 4 persen dibandingkan sehari sebelumnya. Sementara itu, harga Ethereum turun 2,96 persen dalam 24 jam terakhir ke posisi US$1.697 atau sekitar Rp30,2 juta.

Perubahan ekspektasi pasar ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter Amerika Serikat masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan aset digital. Di tengah belum adanya katalis positif yang cukup kuat dari industri kripto, investor cenderung lebih sensitif terhadap sinyal yang berasal dari bank sentral.

Padahal, beberapa hari sebelumnya pasar sempat memperoleh sentimen positif dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran sempat memunculkan optimisme bahwa minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto, akan kembali meningkat.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan mengumumkan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik antara kedua negara telah ditandatangani dan Selat Hormuz akan kembali dibuka untuk lalu lintas internasional. Namun hingga kini, dokumen resmi kesepakatan tersebut belum dipublikasikan.

Meski ketegangan geopolitik mulai mereda, fokus investor saat ini tampaknya kembali tertuju pada arah kebijakan Federal Reserve. Selama pasar masih memperkirakan suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama, ruang penguatan Bitcoin dan Ethereum berpotensi tetap terbatas.

Ke depan, pergerakan aset kripto diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh data ekonomi Amerika Serikat dan komunikasi lanjutan dari The Fed. Bagi investor, perubahan ekspektasi terhadap suku bunga kini menjadi faktor yang lebih menentukan dibandingkan sentimen geopolitik maupun perkembangan industri kripto itu sendiri.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria

Related Articles

See More