Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

The Fed Pertahankan Suku Bunga, Investor Kripto Cermati Sinyal Baru

The Fed Pertahankan Suku Bunga, Investor Kripto Cermati Sinyal Baru
Koin mata uang kripto Bitcoin menjadi fokus utama yang mewakili investasi dan keuangan.(Pexels.com/ds-stories)
Intinya Sih
  • The Fed mempertahankan suku bunga 3,50%-3,75% untuk kelima kali berturut-turut pada FOMC Juli 2026, dengan hasil voting 9-3 yang menunjukkan perbedaan pandangan kebijakan.
  • Bitcoin bergerak relatif stabil setelah pengumuman karena keputusan sudah diantisipasi; investor kini mencermati kepastian arah kebijakan, data inflasi, pasar tenaga kerja, dan indikator ekonomi.
  • INDODAX menilai kebijakan The Fed memengaruhi likuiditas dan minat aset berisiko; investor disarankan disiplin, mempertimbangkan DCA, serta melakukan DYOR sesuai tujuan dan profil risiko.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Keputusan bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya belum banyak mengubah arah pergerakan pasar aset digital. Pelaku pasar kini lebih fokus mencermati sinyal mengenai langkah kebijakan moneter berikutnya dibandingkan keputusan suku bunga itu sendiri.

Dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Juli 2026, The Fed kembali mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50 persen-3,75 persen. Ini merupakan kali kelima berturut-turut bank sentral AS mempertahankan level suku bunga tersebut, sejalan dengan ekspektasi mayoritas pelaku pasar.

Meski keputusan itu telah diperkirakan sebelumnya, hasil pemungutan suara yang berakhir 9 berbanding 3 menunjukkan masih adanya perbedaan pandangan di kalangan pembuat kebijakan terkait arah kebijakan moneter selanjutnya.

Pasca-pengumuman FOMC, harga Bitcoin bergerak relatif stabil. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa keputusan The Fed telah diantisipasi pasar sehingga tidak memicu gejolak yang berarti. Meski demikian, investor masih menunggu sejumlah indikator ekonomi yang akan menjadi pertimbangan bank sentral dalam menentukan kebijakan berikutnya.

Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, mengatakan perhatian pelaku pasar saat ini tidak hanya tertuju pada besaran suku bunga, tetapi juga pada kepastian arah kebijakan yang disampaikan The Fed. Menurutnya, bagi pasar, yang terpenting bukan hanya apakah suku bunga dinaikkan atau dipertahankan, tetapi juga seberapa besar kepastian yang diberikan terhadap arah kebijakan berikutnya.

"Ketika hasil FOMC sesuai dengan ekspektasi, ruang bagi volatilitas akibat kejutan kebijakan cenderung berkurang, sehingga ini menunjukkan bahwa sentimen pasar terbentuk dari kombinasi berbagai faktor, bukan hanya satu indikator saja,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7).

Menurut Aloysia, kebijakan moneter Amerika Serikat tetap menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi pasar keuangan global karena berdampak pada likuiditas, biaya pendanaan, hingga minat investor terhadap aset berisiko, termasuk mata uang kripto. Oleh sebab itu, perubahan arah suku bunga The Fed umumnya ikut memengaruhi pergerakan Bitcoin dan aset digital lainnya.

“Keputusan The Fed sering menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen pasar. Namun, pergerakan pasar tidak ditentukan oleh satu faktor saja. Karena itu, investor sebaiknya tetap disiplin menjalankan strategi investasinya dan tidak terpaku pada fluktuasi harga dalam jangka pendek, tetapi tetap disiplin menjalankan strategi investasi sesuai tujuan dan profil risikonya,” katanya, menambahkan.

Di tengah ketidakpastian pasar, strategi investasi secara berkala atau Dollar Cost Averaging (DCA) dinilai dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mengurangi risiko membeli aset pada satu titik harga tertentu. Melalui metode tersebut, investor berinvestasi secara rutin dengan nominal tetap sehingga dampak volatilitas harga dalam jangka panjang dapat lebih teredam.

Menutup pernyataannya, Aloysia mengingatkan bahwa strategi investasi apa pun tetap perlu disertai pemahaman yang memadai terhadap aset yang dipilih.

"Melihat kondisi pasar saat ini, DCA dapat menjadi salah satu strategi yang relevan karena membantu investor berinvestasi secara bertahap di tengah volatilitas," ujarnya.

Namun, apa pun strategi yang dipilih, ia menyarankan investor tetap perlu Do Your Own Research (DYOR) agar keputusan investasi didasarkan pada pemahaman yang memadai.

Sejumlah analis menilai fokus pasar dalam beberapa waktu ke depan akan bergeser pada data inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, dan indikator ekonomi lainnya yang berpotensi memengaruhi keputusan The Fed pada pertemuan berikutnya. Data-data tersebut diperkirakan akan menjadi penentu utama arah pergerakan aset berisiko, termasuk pasar kripto.

CMO INDODAX ALOYSIA DIAN.JPG
Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian/Dok. INDODAX
Share Article
Editorial Team

Latest in Market

See More