Daftar Saham IDX High Dividend 20 Terbaru, BBRI-BMRI Teratas

BEI mempertahankan seluruh konstituen IDXHIDIV20 dalam evaluasi minor Juli 2026, sambil menyesuaikan bobot saham yang berlaku 5 Agustus 2026 hingga 2 Februari 2027.
BBRI dan BMRI tetap berbobot terbesar 15 persen setelah terkena batas maksimal. BBCA naik menjadi 14,85 persen.
IDXHIDIV20 berisi 20 saham dengan riwayat dividen tunai tiga tahun dan yield tinggi.
Jakarta, FORTUNE — Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis hasil evaluasi minor indeks IDX High Dividend 20 (IDXHIDIV20) pada Rabu (29/7). Evaluasi tersebut tidak mengubah daftar konstituen, tetapi menyesuaikan bobot masing-masing saham yang akan berlaku mulai 5 Agustus 2026 hingga 2 Februari 2027.
IDXHIDIV20 menjadi salah satu indeks yang diperhatikan pelaku pasar karena berisi emiten yang konsisten membagikan dividen tunai dan memiliki dividend yield relatif tinggi. Dalam evaluasi terbaru, beberapa saham perbankan besar masih mendominasi bobot indeks meski terdapat penyesuaian pada sejumlah emiten.
Table of Content
Daftar saham high dividend terbaru dalam IDXHIDIV20
BEI memastikan tidak ada perubahan anggota indeks pada evaluasi minor Juli 2026. Penyesuaian hanya dilakukan terhadap bobot masing-masing saham berdasarkan metodologi indeks.
Berikut daftar saham high dividend terbaru dalam IDXHIDIV20 yang diurutkan berdasarkan bobot indeksnya.
Daftar saham IDXHIDIV20
Kode | Bobot Indeks | Keterangan |
|---|---|---|
BBRI | 15,00 persen | Turun |
BMRI | 15,00 persen | Turun |
BBCA | 14,85 persen | Naik |
ASII | 12,44 persen | Naik |
TLKM | 8,96 persen | Turun |
UNTR | 7,52 persen | Naik |
BBNI | 4,79 persen | Naik |
ADRO | 4,76 persen | Turun |
PTBA | 3,35 persen | Naik |
ITMG | 2,72 persen | Naik |
PGAS | 2,56 persen | Naik |
ANTM | 2,27 persen | Naik |
INDF | 1,72 persen | Naik |
AKRA | 1,23 persen | Naik |
TAPG | 0,80 persen | Turun |
HMSP | 0,79 persen | Naik |
UNVR | 0,70 persen | Naik |
ACES | 0,20 persen | Tetap |
ERAA | 0,18 persen | Naik |
SCMA | 0,14 persen | Naik |
BBRI, BMRI, BBCA, dan ASII masih dominasi IDXHIDIV20
Walaupun mengalami penyesuaian, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) tetap menjadi konstituen dengan bobot terbesar di IDXHIDIV20, masing-masing sebesar 15 persen.
Bobot BBRI turun dari sebelumnya 15,90 persen, sedangkan BMRI berkurang dari 15,30 persen. Penyesuaian tersebut mencerminkan penerapan batas maksimum bobot 15 persen sesuai metodologi IDXHIDIV20.
Untuk tahun buku 2025, BBRI membagikan dividen tunai sebesar Rp52,10 triliun atau Rp346 per saham. Jumlah tersebut mencakup dividen interim Rp137 per saham yang dibayarkan pada Januari 2026 serta dividen final Rp209 per saham yang dibayarkan pada Mei 2026.
Sementara itu, BMRI membagikan dividen tunai sebesar Rp44,47 triliun atau Rp476 per saham untuk tahun buku 2025. Nilai tersebut terdiri atas dividen interim Rp100 per saham yang dibayarkan pada Januari 2026 dan dividen final Rp376 per saham yang didistribusikan pada Mei 2026.
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatat kenaikan bobot dari 14,14 persen menjadi 14,85 persen. Perseroan membagikan dividen tunai sebesar Rp41,3 triliun atau Rp281 per saham, dengan dividend payout ratio mencapai 72 persen dari laba bersih tahun buku 2025.
Kenaikan bobot juga terjadi pada PT Astra International Tbk. (ASII), dari 11,92 persen menjadi 12,44 persen. Emiten tersebut membagikan dividen tunai sebesar Rp15,66 triliun atau Rp390 per saham, termasuk dividen interim Rp98 per saham yang telah dibagikan sebelumnya.
Selain keempat saham tersebut, bobot beberapa emiten lain juga meningkat, seperti BBNI, ANTM, PGAS, PTBA, UNTR, hingga INDF. Sebaliknya, ADRO, TAPG, dan TLKM mengalami penurunan bobot pada evaluasi kali ini.
Apa itu IDXHIDIV20?
IDX High Dividend 20 merupakan indeks yang mengukur kinerja harga dari 20 saham. Saham-saham tersebut rutin membagikan dividen tunai selama tiga tahun terakhir dan memiliki dividend yield relatif tinggi.
Dalam memilih konstituen, BEI juga mempertimbangkan rata-rata dividend yield, likuiditas perdagangan reguler, serta kapitalisasi pasar free float. Adapun bobot setiap saham dibatasi maksimal 15 persen.
BEI mengevaluasi IDX High Dividend 20 dua kali dalam setahun. Evaluasi mayor pada akhir Januari mencakup perubahan konstituen dan bobot saham, sedangkan evaluasi minor pada akhir Juli hanya menyesuaikan bobot indeks.
Dari sisi kinerja, pada perdagangan Kamis (30/7) hingga penutupan sesi I, IDXHIDIV20 berada di level 426,33, naik 0,95 persen. Dalam lima hari terakhir indeks masih turun 1 persen, sedangkan secara bulanan menguat 9,52 persen. Namun, secara year to date (YTD) indeks masih mencatat pelemahan 16,59 persen.
FAQ seputar saham high dividend terbaru
| Apa itu IDXHIDIV20? | Indeks yang berisi 20 saham dengan rekam jejak pembagian dividen tunai selama tiga tahun terakhir dan dividend yield tinggi. |
| Kapan hasil evaluasi IDXHIDIV20 terbaru berlaku? | Mulai 5 Agustus 2026 hingga 2 Februari 2027. |
| Apakah ada perubahan anggota IDXHIDIV20? | Tidak, evaluasi minor Juli 2026 hanya mengubah bobot saham. |
| Saham apa yang memiliki bobot terbesar? | BBRI dan BMRI sama-sama memiliki bobot maksimum sebesar 15 persen. |










