Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Naik 5,3%, Bank Permata Salurkan Kredit Rp171 Triliun di Semester I

Naik 5,3%, Bank Permata Salurkan Kredit Rp171 Triliun di Semester I
Public Expose Permata Bank 2026
Intinya Sih
  • Permata Bank menyalurkan kredit Rp171 triliun pada semester I 2026, naik 5,3% secara tahunan, ditopang kredit korporasi Rp106,4 triliun, komersial Rp21,9 triliun, dan UKM Rp7 triliun.
  • Kualitas aset terjaga dengan NPL gross 2,1% dan LAR 5,9%; bank mempertahankan cakupan NPL 367,5% serta LAR 128,8%, sambil menangani kredit bermasalah melalui restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset.
  • Laba bersih mencapai Rp1,71 triliun, tumbuh 4,48%, didorong pendapatan bunga bersih Rp4,83 triliun; DPK stabil di Rp189,23 triliun, dengan CAR 33% dan LDR 90,3%.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Permata Tbk (BNLI) menyalurkan kredit Rp171 triliun sepanjang paruh pertama 2026, meningkat 5,3 persen dibandingkan semester pertama tahun lalu. Penyaluran tersebut ditopang kredit segmen korporasi yang mencapai Rp106,4 triliun atau meningkat 9,7 persen secara tahunan (YoY) diikuti kredit ke segmen komersial sebesar Rp21,9 triliun atau tumbuh 5,7 persen.

Permata Bank juga menyalurkan pembiayaan ke UKM dengan total Rp7 triliun, meninfkat 11,8 persen dibandingkan semester I 2025.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, mengatakan pertumbuhan kredit tersebut sejalan dengan kualitas asset yang terjaga. Pada periode tersebut, rasio NPL Gross dan Loan at Risk (LAR) masing-masing berada pada level 2,1 persen dan 5,9 persen.

"Kami juga mempertahankan NPL Coverage dan rasio LAR Coverage yang prudent, masing-masing di level 367,5 persen dan 128,8 persen, sebagai langkah konservatif dalam menjaga kecukupan pencadangan terhadap potensi risiko kredit," ujar Meliza.

Dia mengungkapkan, perusahaan konsisten menjalankan langkah penyelesaian kredit bermasalah melalui restrukturisaasi, litigasi, dan penjualan aset.

Pada periode yang sama, total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun Permata Bank mencapai Rp189,23 triliun, turun tipis dibandingkan semester I tahun lalu sebesar Rp189,25 triliun. Hal tersebut disebabkan simpanan giro dan tabungan masing-masing turun 9,82 persen YoY dan 4,29 persen YoY menjadi Rp64,73 triliun dan Rp44,88 triliun.

Dari sisi permodalan, Permata Bank mencatatkan struktur yang tercermin dari rasio CAR dan CET-1 yang masing-masing berada pada level 33,0 persen dan 24,7 persen. Posisi likuiditas yang tercermin dari Rasio Loan-to-Deposit (LDR) berada pada level yang optimal di 90,3 persen per akhir Juni 2026. Sementara Liquidity Coverage Ratio (LCR) secara rata-rata triwulanan tercatat pada level 333,4 persen, sementara Net Stable Funding Ratio (NSFR) pada level 124,0 persen.

Bank yang disokong Bankok Bank itu meraup pendapatan bunga bersih Rp4,83 triliun dan pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi yang sebesar Rp819,99 miliar. Hal tersebut mendorong laba bersih sebesar Rp1,71 triliun, tumbuh 4,48 persen secara tahunan.

"Dengan mengoptimalikan dukungan dari Bangkok Bank Group sebagai controlling shareholder, Permata Bank terus meningkatkan sinerginya dengan menghadirkan peluang nasabah baru, rekomendasi bisnis strategis, serta dukungan layanan yang terintegrasi," katanya.

Sementara unit usaha syariah mencatat perasional sebelum Provisi mencapai Rp396,2 miliar, tumbuh 2,6 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan Pendapatan Operasional lainnya sebesar 57,5 persen YoY, seiring konsistensi Bank dalam menjaga efisiensi operasional dan pengendalian biaya.

Share Article
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Latest in Finance

See More