- Presiden Komisaris: Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid
- Komisaris: Dato’ Sri Khairussaleh Ramli, Datuk Lim Hong Tat, Dr. Hasnita Dato’ Hashim
- Komisaris Independen: Hendar, Putut Eko Bayuseno, Marina R. Tusin, Daniel James Rompas
Maybank Indonesia Bagikan Dividen yang Setara 35 Persen Laba 2025
Maybank Indonesia membagikan dividen tunai Rp580,07 miliar atau 35 persen dari laba bersih 2025 sebesar Rp1,65 triliun.
Sisa laba Rp1,07 triliun ditetapkan sebagai laba ditahan untuk memperkuat modal.
RUPST menetapkan perubahan struktur kepemimpinan dengan mengangkat Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid sebagai presiden komisaris.
Jakarta, FORTUNE – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) resmi mengumumkan pembagian "rezeki" bagi para pemegang sahamnya. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Senin (20/4), perseroan menyepakati pemberian dividen tunai senilai Rp580,07 miliar.
Angka tersebut setara dengan Rp7,6 per lembar saham.
Pundi-pundi dividen tersebut mencerminkan payout ratio sebesar 35 persen dari total laba bersih perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, yang mencapai Rp1,65 triliun.
Sementara itu, mayoritas laba sebesar 65 persen atau senilai Rp1,07 triliun akan mengendap sebagai laba ditahan. Langkah ini diambil guna mempertebal permodalan serta memuluskan ekspansi bisnis perseroan pada masa mendatang.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menyatakan keputusan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang memperkokoh posisi bank pada kancah regional. Hal tersebut sejalan dengan ambisi menempatkan Indonesia sebagai pasar utama (home market) bagi Maybank Group.
“Maybank Indonesia akan terus mengoptimalkan kekuatan jaringan dan kapabilitas global yang dipadukan dengan pemahaman pasar lokal untuk mendukung pertumbuhan sektor keuangan di Indonesia,” ujar Steffano dalam keterangan resminya.
Selain urusan bagi-bagi laba, RUPST kali ini juga menjadi panggung perombakan struktural di jajaran elit perseroan. Pemegang saham memberikan mandat kepada Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid sebagai presiden komisaris yang baru. Kehadirannya didampingi oleh dua nama anyar di jajaran komisaris, yakni Dato’ Sri Khairussaleh Ramli dan Hasnita Dato’ Hashim.
Di kursi operasional, Mariana Husin resmi diangkat sebagai direktur untuk memperkuat barisan direksi. Perubahan ini disebut-sebut sebagai langkah taktis dalam mengejar strategi pertumbuhan berkelanjutan.
Di sisi lain, rapat menyetujui pengakhiran masa jabatan Edwin Gerungan di kursi komisaris serta Ricky Antariksa dari jabatan direktur. Sebagai bentuk kesinambungan, Hendar dan Effendi tetap dipertahankan masing-masing sebagai komisaris independen dan direktur.
Berikut adalah susunan lengkap dewan pengurus Maybank Indonesia pasca-RUPST 2026:
Dewan Komisaris
Direksi
- Presiden Direktur: Steffano Ridwan
- Direktur: Irvandi Ferizal, Effendi, Widya Permana, Bambang Andri Irawan, Shaiful Adhli Yazid, Yessika Effendi, Romy Hardiansyah, Bianto Surodjo, Mariana Husin
Dewan Pengawas Syariah
- Ketua: M. Sa’ad Ih
- Anggota: Sodikun, Ahmad Satori

















