Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Kredit Perbankan Tumbuh Hingga 9,98% per April 2026

Kredit Perbankan Tumbuh Hingga 9,98% per April 2026
ilustrasi pinjaman bank (freepik.com/macrovector)
Intinya Sih
  • Industri perbankan mencatat pertumbuhan kredit 9,98% YoY pada April 2026 menjadi Rp8.755 triliun, dengan kredit investasi dan korporasi tumbuh paling tinggi.
  • Kualitas kredit tetap terjaga dengan NPL gross 2,17% dan NPL net 0,83%, sementara DPK naik 11,39% didorong peningkatan giro, deposito, dan tabungan.
  • Rasio kecukupan modal perbankan mencapai 23,97%, menunjukkan ketahanan kuat; OJK juga memblokir lebih dari 33 ribu rekening terkait judi online.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Kinerja intermediasi industri perbankan mencatatkan pertumbuhan hingga 9,98 persen secara tahunan/year-on-year (YoY) pada April 2026 menjadi Rp8.755 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Ootitas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, mengatakan bahwa penyaluran kredit terus mengalamj tren kenaikan. Pada Maret 2026, posisi pertumbuhannya 9,94 persen secara tahunan.

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tercatat tumbuh tertinggi yaitu sebesar 19,48 persen. Sementara berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi mencatat pertumbuhan paling tinggi yaitu sebesar 15,51 persen secara tahunan.

Di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertumbuhan kredit mulai menunjukkan perbaikan. Per April 2026, kredit UMKM tumbuh 0,16 persen (YoY), sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 0,12 persen pada Maret 2026.

"Ditunjukkan dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh tertinggi yaitu sebesar 14,35 persen year-on-year," kata ian dalam konfrensi pers secara daring, Jumat (5/6).

Sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan, kualitas kredit tercatat masih terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau non peforming loan (NPL) gross sebesar 2,17 persen dan NPL net berada di level 0,83 persen. Sementara itu loan at risk atau LAR tercatat sebesar 8,82 persen.

Pada sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) industri perbankan tumbuh 11,39 persen secara tahunan menjadi Rp10.077 triliun pada April 2026. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan giro sebesar 16,99 persen, deposito 8,65 persen, dan tabungan 9 persen secara tahunan.

Likuiditas perbankan juga tetap berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (ALNCD) tercatat sebesar 111,13 persen, sedangkan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (ALDPK) tercatat 25,39 persen. Angka ini jauh di atas threshold yang masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

"Jadi secara umum tingkat profitabilitas bank atau ruang sebesar 2,49 persen di mana Maret lalu itu menunjukkan angka 2,47," ungkap Dian.

Di sisi lain, ketahanan permodalan industri perbankan dinilai tetap solid meskipun telah memperhitungkan pembagian dividen. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat sebesar 23,97 persen, yang menunjukkan kemampuan perbankan dalam menyerap risiko dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

OJK juga terus memperkuat upaya pemberantasan judi online yang berdampak pada sektor keuangan. Melalui koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, OJK telah meminta perbankan melakukan enhanced due diligence (EDD) serta pemblokiran terhadap sekitar 33.836 rekening yang terindikasi terkait aktivitas judi online. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang tercatat sebanyak 33.252 rekening.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More