Ditopang Pembiayaan Rp10,7 Triliun, Laba Q2-2026 BFI Finance Naik

BFI Finance membukukan laba bersih sebesar Rp828,9 miliar pada kuartal II-2026, meningkat 8,7 persen secara tahunan (YoY).
Hingga akhir Juni 2026, rasio Non-Performing Financing (NPF) bruto sebesar 1,55 persen dan NPF neto sebesar 0,27 persen.
BFI Finance mencatatkan total aset sebesar Rp25,1 triliun di enam bulan pertama 2026.
Jakarta, FORTUNE – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) membukukan laba bersih Rp828,9 miliar pada kuartal II-2026, tumbuh 8,7 persen dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Capaian ini ditopang oleh penyaluran pembiayaan baru yang menembus Rp10,7 triliun.
Presiden Direktur BFI Finance, Sutadi, menjelaskan penyaluran pembiayaan perseroan masih didominasi oleh segmen kendaraan roda empat, baik berupa skema refinancing maupun kredit mobil bekas. Di tengah dinamika pasar, BFI Finance berkomitmen menjaga keseimbangan antara laju ekspansi dan kualitas portofolio.
"BFI Finance berfokus pada strategi ketahanan bisnis jangka panjang sembari adaptif terhadap berbagai tantangan perubahan pasar serta melakukan langkah antisipatif dalam mengelola risiko," ujar Sutadi melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Senin (27/7).
Kedisiplinan manajemen risiko tersebut tecermin pada kualitas pembiayaan BFI Finance yang tetap terjaga. Per Juni 2026, rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) bruto mencapai 1,55 persen, sedangkan NPF neto berada pada level 0,27 persen.
Untuk memitigasi risiko kredit, perusahaan pembiayaan (leasing) ini mempertahankan coverage ratio terhadap NPF bruto sebesar 2,63 kali. Sementara itu, gearing ratio perseroan berada pada level 1,2 kali—jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan regulasi sebesar 10 kali.
Dari sisi pembentukan pendapatan, BFI Finance mengantongi Rp3,4 triliun atau naik 3,7 persen (YoY). Kinerja pendapatan dan laba bersih tersebut menopang rasio profitabilitas perusahaan, dengan Return on Assets (RoA) 8,1 persen dan Return on Equity (RoE) sebesar 15,1 persen. Hingga akhir semester I-2026, total aset BFI Finance mencapai Rp25,1 triliun.
Sejalan dengan kinerja keuangannya, BFI Finance telah merealisasikan pembagian dividen tunai sebesar Rp1,036 triliun, atau setara dengan payout ratio 65,5 persen dari laba bersih tahun buku 2025.
Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST&LB) pada 20 Mei 2026, pemegang saham menerima total dividen Rp70 per lembar saham. Jumlah tersebut terdiri atas dividen tunai interim sebesar Rp35 per lembar yang dibayarkan pada 18 Desember 2025, serta dividen tunai final sebesar Rp35 per lembar yang disalurkan pada 18 Juni.



















